Suarastra.com – Dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) diharapkan semakin diperkuat melalui peningkatan anggaran pembinaan dan pemberian insentif bagi atlet. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong prestasi sekaligus menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga di daerah.
Hal itu disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar, Alsiyus, dalam Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) Akuatik Indonesia Kabupaten Kubar Tahun 2026 di Sendawar, Jumat (06/11/26).
Menurut Alsiyus, dukungan anggaran harus diimbangi dengan pengelolaan organisasi yang tertib dan transparan. Setiap pengurus cabang olahraga diminta menyampaikan laporan penggunaan dana secara terperinci sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada organisasi maupun masyarakat.
Ia mengingatkan, pengelolaan keuangan yang tidak terbuka berpotensi memunculkan prasangka dan persoalan internal yang dapat mengganggu soliditas organisasi.
“Pengelolaan yang tidak transparan hanya akan menimbulkan prasangka, spekulasi negatif, dan berisiko memecah belah organisasi,” tegasnya.
Alsiyus menilai keterbukaan dalam penggunaan anggaran menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik. Selain itu, pengelolaan yang akuntabel diperlukan agar dukungan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.
Di sisi lain, pengembangan sarana olahraga juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Alsiyus menyampaikan rencana pembangunan kolam renang yang ditargetkan memasuki tahapan tender pada 2026.
“Tidak hanya itu, rehabilitasi Stadion Soalestina dan Gedung Olahraga (GOR) Desnan juga direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan fasilitas olahraga di Kutai Barat,” tambahnya.
Selama proses pembangunan dan rehabilitasi berlangsung, ia berharap kegiatan pembinaan atlet tetap berjalan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Khusus kepada keluarga besar Akuatik Indonesia Kubar, Alsiyus meminta kepengurusan yang terbentuk dapat membangun organisasi secara bertahap dan memperkuat tata kelola kelembagaan.
Ia juga mendorong, agar setiap tahapan pembinaan atlet didokumentasikan dengan baik. Perkembangan latihan hingga pencapaian atlet perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar dukungan terhadap olahraga akuatik semakin meningkat.
“Publikasi yang terbuka mengenai proses pembinaan dan prestasi atlet dapat membantu masyarakat memahami perkembangan olahraga sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak,” ungkapnya
Terakhir, Alsiyus berharap, kepengurusan Akuatik Indonesia Kutai Barat mampu menjalankan program secara konsisten dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pembinaan berkelanjutan.
(Adv/Fac/Mii)


