Suarastra.com – Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus menjadi keluhan masyarakat karena berdampak pada aktivitas sehari-hari hingga sektor ekonomi. Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Kubar meminta PLN mempercepat penanganan gangguan kelistrikan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera membaik.
Anggota DPRD Kubar, Abram Christ Ernez, menyampaikan, setelah melakukan monitoring ke PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak, saat ini pihak PLN telah berupaya menangani persoalan kelistrikan yang terjadi secara masif di wilayah Kubar.
Menurut Abram, PLN ULP Melak juga telah memiliki target penanganan yang dinilai cukup baik. Meski demikian, upaya tersebut perlu diikuti percepatan pengerjaan agar masyarakat tidak terus terdampak pemadaman bergilir.
“PLN ULP Melak sendiri mempunyai target yang saya anggap sudah baik,” ujarnya, pada Kamis (22/10/26).
Salah satu langkah penanganan yang tengah dilakukan adalah penambahan mesin pembangkit dengan kapasitas total 5 megawatt (MW). Berdasarkan informasi yang diterima, mesin tersebut telah tiba di PLN ULP Melak pada 16 Oktober 2026 dan saat ini masih dalam proses perakitan.
Mengetahui hal itu, anggota legislator termuda tersebut mengapresiasi, penambahan kapasitas pembangkit tersebut. Namun, ia berharap proses perakitan dapat segera diselesaikan agar tambahan mesin bisa mendukung penanganan persoalan pasokan listrik di Kubar.
“Walaupun begitu, kami tetap berharap proses perakitannya bisa lebih disegerakan atau dipercepat,” katanya
Selain penambahan mesin, legislator muda dari Partai Gerindra itu juga menekankan, pentingnya perbaikan dan perawatan terhadap mesin maupun peralatan yang sudah tersedia di PLN ULP Melak.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mendukung keandalan pasokan listrik di tengah keluhan masyarakat akibat pemadaman yang masih terjadi.
Terakhir, ia berharap, PLN dapat mengoptimalkan seluruh upaya penanganan, baik melalui penambahan kapasitas pembangkit maupun perbaikan peralatan, sehingga gangguan kelistrikan tidak terus menghambat aktivitas warga dan kegiatan ekonomi di Kutai Barat.
“Masyarakat sangat terganggu dengan kondisi seperti sekarang,” tegasnya.
(Oby/Mii)


