Suarastra.com – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di tiga wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan mempermudah nelayan memenuhi kebutuhan melaut sekaligus memasarkan hasil tangkapan. Kehadiran fasilitas perikanan tersebut juga ditujukan untuk menekan biaya transportasi yang selama ini menjadi beban nelayan.
Program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu mencakup Kelurahan Nenang, Desa Api-Api, dan Kelurahan Tanjung Tengah. Ketiga lokasi disiapkan untuk mendukung aktivitas perikanan masyarakat dengan pengembangan fasilitas yang menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Abdul Malik, menjelaskan, selama ini sebagian nelayan PPU masih harus membawa hasil tangkapan ke Balikpapan untuk dijual. Perjalanan tersebut menambah pengeluaran, terutama untuk bahan bakar minyak (BBM) dan transportasi.
“Selama ini, sebagian nelayan masih membawa ikan hasil tangkapan ke Balikpapan untuk dijual. Kondisi tersebut membuat nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar minyak (BBM) dan transportasi,” ujarnya, pada Minggu (25/10/26).
Menurutnya, keberadaan KNMP diharapkan dapat mendekatkan fasilitas pendukung dengan aktivitas nelayan. Dengan begitu, distribusi hasil tangkapan bisa lebih efisien dan biaya operasional yang dikeluarkan nelayan berpeluang berkurang.
Pembangunan KNMP merupakan tindak lanjut dari usulan Bupati PPU, Mudyat Noor, kepada pemerintah pusat untuk memperkuat sarana perikanan yang dibutuhkan masyarakat pesisir.
Dari tiga lokasi yang direncanakan, Kelurahan Nenang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan. Sejumlah fasilitas disiapkan di kawasan tersebut, antara lain pabrik es portabel, gudang beku, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), tangki air, tempat perbaikan perahu atau docking, serta kios perbekalan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mendukung kebutuhan nelayan sebelum berangkat melaut maupun setelah kembali membawa hasil tangkapan. Pabrik es dan gudang beku, misalnya, dapat menunjang penanganan ikan agar kualitasnya tetap terjaga sebelum dipasarkan.
“Keberadaan pabrik es dan gudang beku, misalnya, diharapkan membantu penanganan hasil tangkapan agar kualitas ikan tetap terjaga sebelum dipasarkan,” kata Abdul.
Sementara itu, pengembangan di Desa Api-Api akan memanfaatkan PPI yang sudah tersedia. Pekerjaan yang direncanakan meliputi pembangunan pabrik es portabel, renovasi sejumlah bangunan, serta pembangunan jeti beton untuk menunjang pergerakan kapal nelayan di kawasan pantai.
Adapun di Kelurahan Tanjung Tengah, pembangunan masih berada pada tahap penentuan titik lokasi. Pengembangan di ketiga wilayah tersebut diharapkan saling melengkapi dalam memperkuat sarana dan aktivitas perikanan di PPU.
Rencana ini mendapat respons positif dari kalangan nelayan. Ansyar, nelayan asal Desa Api-Api, menyatakan dukungannya terhadap program KNMP yang dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir.
“Kami sebagai masyarakat tentunya melihat pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan skala prioritas, dan saat ini kami merasa bersyukur serta mendukung dengan adanya program KNMP ini, sehingga ke depannya dapat menunjang kebutuhan para nelayan,” tutup Ansyar.
(Oby/Mii)

