Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah agar mampu mencapai target nasional sebesar 6 persen pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta mendorong investasi di sektor hilirisasi industri.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kutim pada triwulan pertama 2026 baru mencapai 1,7 persen. Meski demikian, pemerintah daerah optimistis angka tersebut dapat terus meningkat hingga akhir tahun.
“Kita kejar pertumbuhan ekonomi itu. Mudah-mudahan di akhir tahun kita bisa mencapai target nasional sebesar 6 persen,” ujar Mahyunadi usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring, pada Selasa (08/09/26).
Mahyunadi menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi Kutim mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, ekonomi daerah sempat tumbuh di atas 9 persen, kemudian melambat menjadi 1,09 persen pada 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan ekonomi Kutim masih berada di kisaran 5,5 persen per tahun.
Untuk mempercepat pertumbuhan, Pemkab Kutim akan mengandalkan proyek-proyek strategis berbasis hilirisasi industri. Salah satunya melalui pembangunan industri etanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) yang belum lama ini memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
Selain investasi, pemerintah daerah juga akan memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data dengan menggandeng kalangan akademisi.
“Pemkab Kutim juga akan menggandeng akademisi dari perguruan tinggi di Kalimantan Timur untuk mengkaji indikator ekonomi secara komprehensif agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” tegas Mahyunadi.
Menurutnya, sinergi antara percepatan belanja pemerintah, masuknya investasi hilirisasi, dan kajian akademis diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Kutim sekaligus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir 2026.
(Oby/Mii)

