Suarastra.com – Pemerintah Iran menyatakan proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mencapai kesepakatan damai telah memasuki tahap akhir. Teheran mengklaim sebagian besar poin pembahasan telah disepakati dan kini tengah menjalani proses peninjauan internal sebelum keputusan final diambil.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pemerintah Iran saat ini sedang menggelar serangkaian pertemuan dengan berbagai lembaga terkait guna mengkaji rancangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi dasar kesepakatan antara kedua negara.
“Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal,” ujar Baghaei dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Sabtu (13/06/26).
Menurut Baghaei, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyebut rancangan kesepakatan tersebut “belum pernah sedekat ini” dengan tahap final menggambarkan kondisi negosiasi yang sebenarnya.
Ia mengungkapkan, kesepakatan sejatinya dapat tercapai beberapa pekan lalu. Namun, proses berjalan lebih lambat karena Amerika Serikat dinilai beberapa kali mengubah posisi, mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan, serta mengajukan tuntutan baru selama perundingan berlangsung.
Baghaei juga membantah anggapan bahwa Iran tidak menunjukkan itikad baik dalam proses diplomasi tersebut. Ia menegaskan Teheran tetap berupaya menjaga pendekatan yang konstruktif demi mencapai solusi bersama.
“Kami secara konsisten mendekati pembicaraan ini dengan cara yang konstruktif,” katanya.
Meski optimistis, Baghaei menolak mengonfirmasi berbagai laporan media yang beredar mengenai isi kesepakatan yang sedang dinegosiasikan. Menurutnya, seluruh detail baru akan diumumkan setelah proses pembahasan benar-benar selesai dan mendapatkan persetujuan dari seluruh pihak terkait di Iran.
“Tidak satu pun laporan yang dipublikasikan dapat dikonfirmasi secara resmi,” tegasnya.
Negosiasi yang dimediasi Pakistan tersebut mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari upaya mengakhiri ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim internasional, hingga pencarian titik temu terkait program nuklir Iran.
Selama beberapa bulan terakhir, para pejabat Iran berulang kali menyampaikan bahwa mayoritas isi dokumen kesepakatan telah disetujui. Namun mereka menilai perubahan sikap dari pihak Washington menjadi salah satu faktor yang memperlambat penyelesaian perundingan.
Apabila kesepakatan berhasil dicapai dalam waktu dekat, langkah tersebut berpotensi menjadi perkembangan penting dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat yang selama puluhan tahun diwarnai ketegangan politik, ekonomi, dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
(*/Oby/Mii)

