Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Salah satunya melalui Sosialisasi Membangun Kesadaran Bersama untuk Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Melalui Advokasi dan Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bappeda Litbang Kutai Barat, Senin (27/07/26).
Mengusung tema “Bersama Melindungi Anak, Bersinergi Mencegah Kekerasan Demi Masa Depan Generasi Berkualitas”, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat pemahaman sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Sosialisasi diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, TNI, Polri, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, Kementerian Agama, lembaga adat, organisasi perempuan, lembaga layanan perlindungan anak, hingga guru bimbingan dan konseling.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kutai Barat, Seriwahyuni, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Anak merupakan bagian penting dari keluarga, masyarakat, dan masa depan Kabupaten Kutai Barat. Mereka adalah generasi yang sedang tumbuh, belajar, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan merasa aman dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, aparat penegak hukum, hingga lembaga sosial menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mampu melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Sebagai perangkat daerah yang membidangi perlindungan perempuan dan anak, DP2KBP3A terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, advokasi, dan koordinasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, melakukan deteksi dini, hingga memahami mekanisme pelaporan apabila menemukan kasus di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP2KBP3A Kabupaten Kutai Barat, H. Zairin Handani, mengatakan pelibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang efektif.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, dan efektif,” kata Zairin Handani.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang membahas pencegahan kekerasan terhadap anak dari aspek psikologis maupun hukum, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat dalam memenuhi hak-hak anak. DP2KBP3A juga berkomitmen terus menghadirkan program edukasi dan memperkuat jejaring perlindungan anak guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta tumbuh di lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
(Adv/Fac/Mii)


