Suarastra.com – Tatkala malam turun perlahan, purnama pun naik ke singgasana langit. Cahayanya putih, lembut berkilauan, menyulam sunyi dengan sinar yang bening. Di bawah teduh cahaya itu, mekarlah sekuntum dahlia, ia indah dalam diamnya, merah dalam rahasianya, seolah menyimpan sebuah nama yang hanya diketahui oleh malam.
Purnama memandang Dahlianya dengan cahaya yang tak pernah meminta balas. Ia datang setiap malam, menyentuh kelopaknya dengan sinar, lalu tinggal dalam diam hingga embun jatuh di ujung daun.
Namun Dahlia tiada pernah tahu, bahwa di luasnya langit, ada sebuah hati yang selalu menunggunya.
Purnama mencintai Dahlia bukan kerana hendak memilikinya, melainkan kerana setiap kali melihatnya mekar, ia merasa dunia menjadi sedikit lebih indah.
“Demikianlah cinta yang disimpan malam, tidak gaduh, tidak menuntut, tidak pula meminta janji.”
Cukuplah menjadi cahaya bagi bunga yang dicintai. Dan apabila fajar datang mengetuk langit, purnama pun perlahan beranjak pergi. Dahlia tetap mekar dalam sunyi, sementara purnama menyimpan cintanya di balik ufuk pagi.
Penulis : Avisapranatungga

