Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kunar) terus mematangkan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XVIII tingkat kabupaten tahun 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Melak. Sejumlah kebutuhan mulai dari venue perlombaan, pemondokan kafilah, layanan kesehatan hingga pengaturan lalu lintas menjadi perhatian menjelang pembukaan pada 10 November mendatang.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani, di Ruang Media Center PPID Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubar, Kecamatan Melak, Jumat (06/11/26).
Nanang yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kubar meminta seluruh panitia memperkuat koordinasi agar kebutuhan penyelenggaraan dapat diselesaikan sebelum kegiatan berlangsung.
Dalam sambutan tertulis Bupati Kubar, Frederick Edwin, yang disampaikan Nanang, panitia diminta memastikan seluruh persiapan teknis dan perencanaan anggaran dilakukan secara menyeluruh. Terlebih, MTQ tahun ini akan diikuti kafilah dari 16 kecamatan.
“Salah satu perhatian utama adalah kesiapan pemondokan peserta. Panitia diminta memastikan kebersihan, keamanan, serta kelayakan tempat tinggal, termasuk ketersediaan listrik dan air bersih melalui koordinasi dengan PLN dan PDAM,” terangnya.
Ia juga menjelaskan, pelayanan kesehatan juga menjadi bagian yang harus dipersiapkan. Panitia diminta menyediakan tim medis dan posko kesehatan yang siaga selama 24 jam untuk melayani peserta maupun masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Untuk pengaturan arus kendaraan, rekayasa lalu lintas, dan penyediaan kantong parkir akan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar dan Polres agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” terang Nanang.
Lebih lanjut, Nanang meminta, kegiatan MTQ ke-XVIII tingkat kabupaten tahun 2026 selain menjadi ajang syiar keagamaan dan pencarian prestasi, penyelenggaraan MTQ juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ia juga menegaskan, keberhasilan MTQ tidak hanya dilihat dari kelancaran penyelenggaraan maupun prestasi yang diraih peserta. Manfaat ekonomi dan dampak positif bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari kesuksesan kegiatan tersebut.
“Untuk Camat Melak selaku tuan rumah agar terus berkomunikasi secara intensif dengan LPTQ dan panitia kabupaten. Mari kita sukseskan MTQ ke-XVIII ini dalam tiga aspek, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi kegiatan,” tegasnya.
Terakhir, Nanang meminta, publikasi kegiatan ditingkatkan melalui media massa, media sosial, baliho, hingga umbul-umbul. Dengan begitu, informasi mengenai pelaksanaan MTQ dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Disisi lain, Camat Melak, Asrin Surianto, menjelaskan rangkaian kegiatan akan diawali dengan rapat official pada malam 9 November 2026. Selanjutnya, pada 10 November dijadwalkan pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, serta pembukaan resmi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
“Pelaksanaan MTQ ke-XVIII dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 November 2026. Panitia telah menyiapkan enam lokasi perlombaan, yakni Islamic Center, panggung Kantor Kecamatan Melak, Gedung BPU Kecamatan Melak, Aula Serbaguna Islamic Center, Laboratorium SMK Negeri 1 Sendawar, dan Aula SMA Negeri 1 Melak,” jelas Asrin.
Pemkan Kubar berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga MTQ ke-XVIII berjalan lancar, melahirkan prestasi terbaik, sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Kecamatan Melak.
(Adv/Fac/Mii)


