Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Kutai Barat (Kubar) mulai mematangkan persiapan Perayaan Natal Oikumene 2026. Selain menjadi agenda keagamaan, kegiatan ini diharapkan memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat.
Persiapan diawali melalui rapat perdana Panitia Natal Oikumene 2026 yang digelar di Ruang Diklat, Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Jumat (06/11/26).
Rapat tersebut dibuka Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setkab Kubar, Nopandel. Dalam arahannya, ia meminta seluruh unsur kepanitiaan memperkuat kerja sama dan koordinasi agar pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan secara maksimal.
Nopandel menegaskan, kesiapan setiap seksi menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan perayaan. Karena itu, bagian yang masih dalam tahap persiapan diminta segera menuntaskan tugas masing-masing.
“Panitia yang masih dalam proses seharusnya juga diharapkan bisa bekerja lebih cepat,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi sejak awal dapat membantu panitia memetakan kebutuhan kegiatan sekaligus mengantisipasi kendala yang mungkin muncul. Dengan begitu, persiapan tidak menumpuk menjelang hari pelaksanaan.
Dalam rapat tersebut, para tokoh agama dan perwakilan seksi kepanitiaan turut membahas pembagian tugas, kebutuhan teknis, serta penyusunan jadwal kegiatan. Pembahasan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan rencana seluruh pihak yang terlibat.
Pemkab Kubar memandang Natal Oikumene sebagai momentum untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai kebersamaan, saling menghargai, dan persaudaraan diharapkan terus tumbuh tanpa terhalang perbedaan.
Melalui keterlibatan panitia, tokoh agama, dan seluruh pihak terkait, Perayaan Natal Oikumene 2026 diharapkan berlangsung lancar sekaligus membawa pesan penting tentang toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kubar.
(Adv/Fac/Mii)


