Suarastra.com – Pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan dasar menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan agar kemajuan daerah tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kampung.
Komitmen itu disampaikan Bupati Kubar, Frederick Edwin, dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kubar Tahun 2026 di Alun-Alun Itho, Sendawar, Kamis (05/11/26).
Dalam sambutannya, Frederick mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur di Kutai Barat menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut tercermin dari peningkatan Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur, dari 60,52 persen pada 2024 menjadi 64,80 persen pada 2025.
Meski demikian, peningkatan tersebut perlu terus diikuti dengan pemerataan akses agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
“Peningkatan kualitas infrastruktur harus terus dilanjutkan agar masyarakat di seluruh wilayah Kutai Barat dapat menikmati akses pelayanan dan fasilitas dasar secara lebih merata,” ujarnya.
Sejumlah agenda pembangunan menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari peningkatan jalan dan jembatan, termasuk rencana strategis pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ). Pemerintah daerah juga memprioritaskan pemerataan akses listrik, penyediaan air bersih, perumahan layak huni, serta perluasan jaringan telekomunikasi dan internet hingga ke wilayah kampung.
Frederick menegaskan bahwa pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah, bukan hanya memperkuat pertumbuhan di pusat pemerintahan.
“Pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kemajuan daerah,” tegasnya.
Di samping pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutai Barat pada 2025 tercatat sebesar 75,38. Sementara itu, jumlah penerima beasiswa pendidikan meningkat dari 1.702 siswa pada 2025 menjadi 3.167 siswa pada 2026.
Pada sektor kesehatan, prevalensi stunting berdasarkan data E-PPGBM juga mengalami penurunan, dari 12,31 persen pada 2025 menjadi 11,49 persen pada 2026.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, Frederick mengakui masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan. Di antaranya pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, serta pembukaan lapangan kerja.
Tantangan pembangunan juga datang dari perubahan iklim dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat 225 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 7.483,38 hektare.
Atas penanganan kebakaran tersebut, Frederick menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kampung, Masyarakat Peduli Api, serta seluruh pihak yang telah terlibat.
Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan kesadaran bersama melalui penguatan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, dan koordinasi lintas sektor demi melindungi lingkungan serta masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Frederick juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setiap program pembangunan dan penggunaan anggaran harus dilaksanakan secara tepat sasaran serta memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat,” pesannya.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan visi pembangunan Kabupaten Kutai Barat periode 2025–2029, Frederick mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Melalui tema HUT ke-27 Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026, “Bersama Membangun, Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan”, pemerintah daerah berharap pembangunan dapat berjalan semakin merata dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Frederick menegaskan bahwa kemajuan Kutai Barat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh lapisan masyarakat.
“Sempekat Bersama, Kita Pasti Bisa!” menjadi semangat yang diusung untuk terus membangun Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat.
(Adv/Fac/Mii)


