Suarastra.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam mengkaji dan mengembangkan potensi daerah. Sejumlah agenda yang menjadi perhatian di antaranya pengelolaan tanaman kratom serta evaluasi kelayakan pembangunan pelabuhan di kawasan pesisir.
Ahmad Yani mengatakan, perguruan tinggi memiliki kapasitas keilmuan dan sumber daya akademis untuk membantu pemerintah daerah maupun DPRD merumuskan kebijakan pembangunan. Salah satu perguruan tinggi yang menyatakan kesiapan untuk terlibat adalah Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda.
Menurutnya, kratom merupakan salah satu potensi daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal sehingga diperlukan kajian dan pengelolaan yang lebih terarah, mulai dari pembudidayaan, perawatan tanaman, hingga pengolahan hasilnya.
Keterlibatan akademisi juga diharapkan dapat membantu memberikan dasar ilmiah dalam mendorong pengembangan kratom. Selain meningkatkan nilai ekonominya, upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengakuan terhadap potensi yang berasal dari Kukar agar tidak diklaim oleh daerah lain.
“Salah satu fokus kami adalah pengelolaan tanaman kratom yang saat ini menjadi potensi daerah yang membanggakan dan menjanjikan. Namun, sampai sekarang belum ada pengelolaan yang optimal,” ujarnya, Rabu (04/11/26).
Ia menambahkan, pengembangan kratom perlu memperhatikan keberlangsungan budidaya serta keterlibatan petani. DPRD Kukar juga berharap hasil kajian tersebut nantinya dapat menjadi landasan dalam penyusunan regulasi agar pengelolaannya memiliki arah dan kepastian.
“Pihak kampus juga siap membantu, termasuk mengkaji bagaimana tanaman kratom ini bisa dibudidayakan, dikembangkan, dan dikelola dengan baik sehingga daerah lain tidak mengklaimnya. Sebab, potensi tersebut merupakan milik Kutai Kartanegara,” katanya.
Selain kratom, pengembangan kawasan pesisir juga menjadi salah satu pembahasan yang membutuhkan dukungan kajian akademis. Ahmad Yani mencontohkan rencana pembangunan pelabuhan yang perlu dievaluasi kembali dari sisi kelayakan teknis maupun kondisi wilayah.
Berdasarkan hasil peninjauan sebelumnya, terdapat kondisi perairan yang memerlukan pengerukan agar kapal dapat masuk ke kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut perlu diperhitungkan dalam perencanaan, sehingga pembangunan tidak dilanjutkan tanpa kajian yang matang.
Karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat melakukan kajian menyeluruh untuk mengetahui kelayakan pembangunan, termasuk kebutuhan teknis dan konsekuensi yang harus dipersiapkan. Hasil kajian tersebut nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelanjutan proyek.
“Dari hasil peninjauan sebelumnya, terlihat bahwa laut perlu dikeruk agar kapal bisa masuk. Karena itu, perlu dipertanyakan kembali perencanaan pembangunan pelabuhan tersebut. Jangan sampai pembangunan direncanakan tanpa melalui kajian kelayakan yang matang,” tegasnya.
Ahmad Yani menyebut pelibatan akademisi tidak terbatas pada satu perguruan tinggi. DPRD Kukar membuka peluang kerja sama dengan kampus lainnya agar berbagai persoalan pembangunan daerah dapat dikaji berdasarkan keahlian masing-masing.
“Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan kampus-kampus lainnya. Harapannya, semakin banyak perguruan tinggi yang dapat berkontribusi dalam pembangunan Kutai Kartanegara,” tutupnya.
(Hen/Mii)

