Suarastra.com – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi peran koperasi di berbagai daerah. Salah satunya dengan menjadikan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat pemasaran produk-produk UMKM dan hasil usaha masyarakat desa.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, mengatakan koperasi harus mampu menjadi wadah bersama bagi pelaku usaha lokal agar tidak terus bergantung pada jaringan ritel besar.
Dalam kegiatan di Alun-Alun Purwakarta, Jawa Barat, Farida menyebut Koperasi Desa Merah Putih disiapkan menjadi etalase utama produk masyarakat, mulai dari hasil pertanian, kerajinan hingga industri kreatif desa.
“Koperasi harus menjadi rumah bersama bagi produk-produk lokal agar masyarakat desa memiliki akses pasar yang lebih luas dan keuntungan yang lebih adil,” ujar Farida, pada Senin (25/05/26).
Menurutnya, pola pemasaran berbasis koperasi dinilai mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini membebani pelaku usaha kecil. Dengan begitu, harga produk di tingkat produsen dapat lebih stabil dan daya saing UMKM meningkat.
Program tersebut juga mendorong keterlibatan kelompok perempuan dan komunitas masyarakat dalam pengelolaan koperasi modern. Pemerintah berharap ekosistem koperasi dapat menjadi penguat ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Selain itu, dukungan pemerintah daerah juga mulai diperkuat melalui dinas koperasi dan UMKM di berbagai wilayah. Desa dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara terorganisir melalui koperasi.
Pemerintah meyakini sinergi antara kementerian, koperasi, pelaku UMKM dan pemerintah daerah akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi nasional berbasis gotong royong.
Melalui program Koperasi Desa Merah Putih, desa-desa di Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi mandiri yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan.
(*/Oby/Mii)

