Suarastra.com – Pembinaan olahraga masyarakat di Kutai Kartanegara dinilai perlu dilakukan secara terarah dengan memaksimalkan potensi cabang olahraga yang telah berkembang dan memiliki prestasi. Langkah tersebut dianggap penting agar pembinaan atlet dan organisasi olahraga masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Hamdiah Z, saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Olahraga Masyarakat yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar di Aula Dispora Kukar, pada Kamis (25/06/26).
Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan program pembinaan olahraga rekreasi dan masyarakat yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar.
Hamdiah memberikan apresiasi kepada Dispora Kukar yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. Menurutnya, forum koordinasi seperti ini penting untuk memetakan potensi cabang olahraga rekreasi yang berkembang di daerah.
“KORMI pusat mencatat ada sekitar 89 induk organisasi olahraga (Inorga). Namun, kita di Kutai Kartanegara tidak perlu memaksakan untuk membina semuanya sekaligus. Fokus utama kita adalah membina inorga yang sudah benar-benar siap secara kepengurusan dan dipahami dengan baik oleh masyarakat setempat,” ujarnya.
Ia menilai pembinaan yang terfokus akan membuat pengembangan olahraga masyarakat lebih efektif dibandingkan memaksakan seluruh cabang untuk berkembang secara bersamaan.
Dalam kesempatan itu, Hamdiah juga menyoroti capaian atlet KORMI Kalimantan Timur (Kaltim) yang sebagian besar berasal dari Kutai Kartanegara. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kualitas pembinaan olahraga masyarakat di Kukar yang terus berkembang.
Pada ajang nasional yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, cabang olahraga bola sundul berhasil menyumbangkan sejumlah medali bagi daerah.
“Sangat membanggakan, khusus untuk cabang bola sundul saja kita berhasil membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak. Total ada lima medali yang diamankan. Ditambah lagi raihan dari cabang-cabang olahraga rekreasi lainnya,” ungkap Hamdiah yang juga menjabat sebagai Ketua Bola Sundul Nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat di Kukar mampu bersaing di tingkat nasional dan mendapat perhatian dari daerah lain.
Ia mengatakan banyak daerah menilai Kutai Kartanegara berhasil menjaga konsistensi pembinaan atlet olahraga rekreasi sekaligus aktif dalam berbagai kejuaraan nasional.
Menjelang pelaksanaan Koordinasi Nasional (Korminas) di Palu, Sulawesi Tengah, pada 2027 mendatang, Hamdiah berharap persiapan dapat dilakukan sejak dini melalui forum koordinasi dan sinkronisasi yang rutin dilaksanakan.
“Meskipun anggaran pembinaan kita saat ini tidak sama melimpahnya dengan era 20 tahun yang silam, namun dengan komitmen dan pola pembinaan yang terstruktur dengan baik, kita terbukti mampu mempertahankan prestasi. Olahraga bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan mendasar bagi kesehatan masyarakat, baik dari usia muda hingga tua,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dispora, KORMI, dan berbagai induk organisasi olahraga, pembinaan olahraga masyarakat di Kutai Kartanegara diharapkan terus berkembang dan melahirkan prestasi di tingkat regional maupun nasional.
(Oby/Mii)

