Suarastra.com – Keselamatan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Menyadari hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Barat (Kubar) kembali menggelar Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menekan risiko kecelakaan di sektor jasa konstruksi.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari di Hotel Grand Family, Kecamatan Barong Tongkok. Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas PUPR Kubar, Irenemus Rafaelyen, dan diikuti 75 peserta. Turut hadir Kepala Bidang Bina Konstruksi Hironimus Stepen serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Konstruksi Dinas PUPR Kutai Barat, Hironimus Stepen, mengatakan pelatihan tersebut merupakan program rutin pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi melalui pembekalan kompetensi dan sertifikasi K3.
Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi kebutuhan penting seiring semakin besarnya tuntutan terhadap standar keselamatan dalam setiap proyek pembangunan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga terampil konstruksi agar sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, kami ingin meningkatkan pemahaman penerapan K3 di lapangan guna menekan risiko kecelakaan kerja, sekaligus mendongkrak produktivitas dan daya saing pekerja lokal,” ujarnya Hironimus selepas kegiatan pelariannya K3 di buka, pada Selasa (14/07/26).
Hironimus menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada penerbitan sertifikat kompetensi. Para peserta diharapkan mampu menerapkan seluruh materi yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari sehingga budaya keselamatan kerja benar-benar menjadi bagian dari setiap aktivitas konstruksi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Kubar, Irenemus Rafaelyen, menegaskan peningkatan kapasitas tenaga kerja merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Ia menilai keberadaan tenaga konstruksi yang memiliki kompetensi dan sertifikasi K3 akan memberikan dampak positif terhadap mutu pekerjaan sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan kerja di lapangan.
“Pelatihan K3 Konstruksi ini diharapkan dapat meminimalisir minimnya tenaga terampil dan ahli, baik di kubu kontraktor maupun konsultan. Bukti kompetensi itu penting. Saya tegaskan, jadilah pelopor K3 konstruksi di daerah kerja masing-masing,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar berharap semakin banyak tenaga kerja konstruksi yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
(Adv/Fac/Mii)


