Suarastra.com – Praktisi hukum sekaligus pengamat sosial, Ari Nugroho, meluncurkan dua buku yang mengangkat isu penegakan hukum, keadilan, dan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Peluncuran dilakukan di Samarinda, pada Selasa (15/07/26).
Ari yang merupakan lawyer dari Kantor Advokat & Auditor Hukum Triple A menghadirkan buku berjudul “DIBALIK KUHP & KUHAP: Hukum dalam Bayang-Bayang Ketidakadilan” serta “INDONESIA EMAS / CEMAS: Sebuah Renungan di Persimpangan Jalan Keadilan”.
Melalui buku pertama, Ari mengajak pembaca melihat kembali peran hukum sebagai instrumen utama dalam menegakkan keadilan. Ia menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam praktik penegakan hukum di Indonesia, sekaligus mengajak masyarakat merefleksikan mengapa ketidakadilan masih kerap terjadi meski hukum telah tersedia sebagai landasan negara.
Dengan mengangkat pertanyaan reflektif, “Jika hukum dibuat untuk menegakkan keadilan, mengapa ketidakadilan masih sering menang?”, buku tersebut menekankan pentingnya komitmen seluruh elemen bangsa dalam membangun supremasi hukum yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Sementara itu, buku kedua bertajuk “INDONESIA EMAS / CEMAS: Sebuah Renungan di Persimpangan Jalan Keadilan” mengulas perjalanan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam buku itu, Ari menilai kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik tidak akan memiliki arti apabila tidak diiringi dengan keadilan, transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia Emas tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberanian memberantas korupsi, menjunjung supremasi hukum, menjaga integritas aparatur negara, serta memastikan setiap warga negara memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum.
Menurut Ari, kedua buku tersebut tidak ditulis untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya hukum sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Masa depan Indonesia akan ditentukan oleh keberanian kita menegakkan hukum secara adil, mengelola negara secara transparan, serta menjaga integritas dalam setiap pengambilan kebijakan. Indonesia Emas bukan sekadar cita-cita, tetapi tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa,” ujarnya.
Melalui dua buku tersebut, Ari berharap masyarakat semakin aktif mengawal penyelenggaraan negara yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, partisipasi publik yang dibarengi dengan pemahaman hukum menjadi modal penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan pembangunan nasional yang berkeadilan.
Kehadiran kedua buku ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, praktisi hukum, penyelenggara negara, hingga generasi muda dalam memperkuat budaya hukum yang berintegritas.
Bagi Ari, Indonesia Emas hanya dapat terwujud apabila keadilan, transparansi, dan integritas benar-benar menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan serta penyelenggaraan pemerintahan.
(*)

