Suarastra.com – Sebanyak 184 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) resmi memulai pengabdian di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026. Selama lebih dari satu bulan, mereka akan terjun langsung ke kampung-kampung untuk mendampingi pemerintah dan masyarakat dalam berbagai program pembangunan.
Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, pada Selasa (14/07/26), dan dipimpin Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani.
Dalam sambutannya, Nanang mengapresiasi kepercayaan Universitas Mulawarman (UNMUL) yang kembali memilih Kubar sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan masyarakat.
Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan pendampingan bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal serta mendukung pembangunan kampung yang berkelanjutan.
“Kehadiran mahasiswa KKN selama ini menjadi mitra strategis pemerintah kampung. Jadilah mitra pemerintah kampung, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, hormati adat istiadat dan budaya lokal, serta jagalah nama baik pribadi maupun perguruan tinggi,” ujarnya.
Nanang juga mengingatkan para mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus mengasah kepedulian sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Ia berharap program KKN Kolaborasi 2026 mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membentuk generasi muda yang adaptif, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Kutai Barat yang sejahtera, aman, adil, merata, dan beradab.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kubar, Erlinsiana, melaporkan sebanyak 184 mahasiswa dari 11 fakultas mengikuti KKN Kolaborasi Tahun 2026. Peserta terdiri atas 69 mahasiswa laki-laki dan 115 mahasiswa perempuan.
“Selama 41 hari, mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026, para mahasiswa akan ditempatkan di 18 kampung dan satu kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Kutai Barat,” terang Erlinsiana.
Mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”, mahasiswa akan mendampingi pemerintah kampung dalam berbagai program, mulai dari penataan administrasi pemerintahan, pemetaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, hingga penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Tak hanya itu, mereka juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan bersama Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), PKK, Posyandu, Karang Taruna, LPM, hingga lembaga adat dengan tetap menghormati nilai-nilai budaya masyarakat Kutai Barat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah kampung, dan masyarakat, program KKN Kolaborasi Tahun 2026 diharapkan mampu mempercepat pembangunan kampung sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
(Adv/Fac/Mii)


