Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu mitra yang dinilai memiliki peran strategis adalah Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), yang selama ini aktif dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penguatan ketahanan keluarga.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 WKRI Kabupaten Kubar di Aula Katolik Center Kutai Barat, pada Sabtu (11/07/26). Kegiatan tersebut mengusung tema “Melanjutkan Langkah Harapan Merawat Rahim Kehidupan demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”, untuk menjadi ruang mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Rangkaian peringatan diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Center sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang WKRI yang telah mengabdi lebih dari satu abad bagi gereja, masyarakat, dan bangsa. Acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni yang dihadiri pengurus dan anggota WKRI, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Kubar, Frederick Edwin melalui Kepala Dinas Pertanian Kubar, Stepanus A. Samson, menyampaikan apresiasi atas konsistensi WKRI dalam mendukung pembangunan sosial melalui berbagai kegiatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap WKRI terus menjadi mitra strategis dalam perlindungan perempuan dan anak melalui pendampingan, edukasi, serta berbagai kegiatan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan sosial yang berkembang saat ini membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan organisasi masyarakat. Karena itu, WKRI diharapkan terus mengambil peran dalam pendidikan karakter generasi muda, pencegahan penyalahgunaan narkoba, perlindungan anak, hingga pembinaan keluarga yang harmonis.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas perempuan agar semakin berdaya, baik dari sisi intelektual, emosional, spiritual, maupun kemandirian ekonomi. Dengan demikian, perempuan diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-102 WKRI Kubar, Lusia Jiu Hong, mengatakan tema yang diangkat tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus menjaga semangat pelayanan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil kebersamaan seluruh anggota WKRI yang terus memegang teguh nilai solidaritas dan gotong royong dalam setiap aktivitas organisasi,” ujar Lusia.
Peringatan HUT ke-102 WKRI kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah mengabdi selama lebih dari satu abad.
Melalui kolaborasi yang terus dibangun bersama organisasi kemasyarakatan, Pemkab Kubar optimistis upaya mewujudkan perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, serta keluarga yang tangguh akan semakin kuat.
(Adv/Fac/Mii)


