Suarastra.com – Ketegangan yang sempat memanas di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan mulai mereda. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim proses negosiasi untuk mengakhiri konflik antara kedua negara sebagian besar telah mencapai kesepakatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah perhatian dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, termasuk dampaknya terhadap perdagangan energi global dan keamanan jalur distribusi minyak dunia.
Salah satu poin penting yang disebut dalam proses negosiasi itu ialah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi akses utama ekspor minyak mentah dunia.
“Sebagian besar kesepakatan sudah dinegosiasikan,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari Medcom, pada Minggu (24/05/26).
Meski demikian, Trump belum membeberkan secara rinci pihak-pihak yang terlibat dalam pembicaraan maupun detail tahapan kesepakatan yang telah dicapai.
Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian internasional karena memiliki peran vital dalam distribusi energi global. Ketegangan di kawasan tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia dan terganggunya rantai pasok energi internasional.
Hubungan antara AS dan Iran selama ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas geopolitik Timur Tengah. Karena itu, upaya perdamaian yang mulai terbentuk dinilai dapat membawa dampak besar terhadap keamanan kawasan maupun kondisi ekonomi global.
(Oby/Mii)

