Suarastra.com – Di sebuah sudut Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), harapan baru mulai tumbuh bagi Erni Susanti dan keluarganya. Setelah bertahun-tahun menempati rumah yang kondisinya memprihatinkan, mereka kini bersiap menyambut pembangunan rumah layak huni yang akan dimulai dalam waktu dekat.
Kepastian itu mengemuka saat Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kubar, Maria Christina Mozes – Edwin, meninjau langsung lokasi pembangunan rumah layak huni di Kampung Lambing, pada Kamis (18/06/26).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan program yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kubar. Selain melihat kondisi calon penerima bantuan, Maria Christina juga berdialog dengan warga dan pemerintah setempat terkait pelaksanaan pembangunan yang dijadwalkan mulai Juli 2026 mendatang.
Rumah layak huni menjadi salah satu program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang masih tinggal di bangunan yang tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
Melihat langsung kondisi rumah yang saat ini ditempati Erni Susanti, Maria Christina menilai bantuan tersebut memang sangat dibutuhkan.
“Kami berharap bantuan yang diberikan pemerintah ini benar-benar dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban Ibu Erni Susanti beserta keluarga,” ujar Maria saat dilokasi tersebut.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang ikut berperan dalam mewujudkan program tersebut, termasuk warga yang menghibahkan lahan untuk lokasi pembangunan rumah baru.
Menurutnya, keberhasilan program sosial tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkimtan Kutai Barat, Tri Wiyoso, menjelaskan bahwa pembangunan rumah akan dilakukan di lokasi baru yang telah disiapkan.
“Dari sejumlah usulan rumah tidak layak huni yang kami verifikasi, kondisi rumah Ibu Erni Susanti menjadi salah satu yang paling memerlukan penanganan prioritas. Insya Allah pembangunan akan dimulai pada Juli mendatang dengan target penyelesaian sekitar satu bulan,” katanya.
Ia menambahkan, proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui verifikasi lapangan terhadap berbagai usulan rumah tidak layak huni yang masuk ke pemerintah daerah.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kecamatan Muara Lawa. Camat Muara Lawa, Gusti Muhammad Fadli, menilai kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa kebutuhan warga tetap menjadi perhatian utama.
“Kehadiran Ibu Bupati Kutai Barat di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap kebutuhan warga, khususnya bagi mereka yang memerlukan bantuan rumah layak huni,” ujarnya.
Disisi lain, Erni Susanti mengungkapkan, kunjungan tersebut menjadi momen yang tidak mudah dilupakan. Di tengah keterbatasan yang selama ini dihadapi, bantuan rumah layak huni menjadi harapan besar bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena Ibu Bupati berkenan datang melihat langsung kondisi tempat tinggal kami. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Nantinya, rumah yang akan dibangun memiliki tipe 45 dengan luas bangunan 45 meter persegi dan berdiri di atas lahan berukuran sekitar 10 x 12 meter.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, dalam beberapa bulan ke depan Erni dan keluarganya tidak lagi harus tinggal di rumah yang rapuh. Sebagai gantinya, sebuah rumah baru akan berdiri, membawa rasa aman sekaligus harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
(Adv/Oby/Mii)


