Suarastra.com – Dugaan keracunan yang dialami puluhan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga Senin (03/08/26) malam, Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih melakukan pendataan serta penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 46 orang, terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa, mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi menu MBG. Mereka mengeluhkan mual dan pusing, lalu dilarikan ke Puskesmas Sebulu I untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
Koordinator Satgas MBG Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, mengatakan pemerintah masih fokus melengkapi data sekaligus memantau kondisi seluruh penerima manfaat yang terdampak.
“Sampai saat ini jajaran masih melengkapi data dan memantau secara langsung kondisi yang terdampak di lapangan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut Sunggono, proses investigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengambilan sampel makanan hingga menghimpun hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Karena itu, pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami belum bisa menyampaikan penyebabnya karena semua masih dalam proses pemeriksaan. Yang jelas, Satgas MBG bersama pemerintah daerah berkomitmen mengusut tuntas kejadian ini,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG membuka layanan pemantauan selama 24 jam di Puskesmas Sebulu I. Masyarakat yang masih merasakan gejala setelah mengonsumsi menu MBG diminta segera melapor agar dapat memperoleh penanganan.
“Kami standby 24 jam di puskesmas. Apabila ada yang merasakan keluhan dan semacamnya, segera sampaikan ke kami,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak panik. Pemerintah, kata dia, akan terus memastikan seluruh warga yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan hingga pulih.
“Kami juga meminta agar orang tua tidak khawatir karena kami standby 24 jam. Jika masih ada keluhan silakan datangi tim kami di Puskesmas Sebulu I,” lanjutnya.
Sunggono menegaskan, insiden ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di Kutai Kartanegara. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program strategis nasional tersebut dengan mengedepankan aspek keamanan pangan.
Hasil pemeriksaan laboratorium maupun investigasi lapangan, lanjutnya, akan disampaikan kepada publik setelah seluruh data terkumpul dan diverifikasi.
“Sampai malam kami berusaha melengkapi semua data. Insya Allah kalau sudah lengkap akan kami sampaikan secara resmi,” tutupnya.
(Oby/Mii)

