Suarastra.com – Sebanyak 300 warga belajar baru Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah 2026 yang diselenggarakan UPTD Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Kegiatan yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang ini menjadi langkah awal membangun semangat belajar sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak memasuki lingkungan pendidikan kesetaraan.
Pembukaan MPLS Ramah dilaksanakan pada Rabu (29/07/26) dan dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPNP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Kubar, Benedikus, Plt. Kepala UPTD SPNF SKB Kabupaten Kutai Barat, Meipi Herowati, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), narasumber dari berbagai instansi, serta ratusan warga belajar baru.
Tahun ini, kegiatan diikuti 20 peserta Paket A, 59 peserta Paket B, dan 221 peserta Paket C. Selama tiga hari, mereka diperkenalkan dengan lingkungan belajar, sistem pendidikan kesetaraan, hak dan kewajiban warga belajar, hingga budaya belajar yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.
Selain pengenalan lingkungan pendidikan, peserta juga memperoleh berbagai materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pencegahan perundungan, penguatan semangat belajar sepanjang hayat, pendidikan kesehatan reproduksi, literasi keuangan, hingga penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba beserta upaya pencegahannya.
Kepala Bidang PPNP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Benedikus, mengatakan MPLS merupakan tahapan penting untuk mempersiapkan peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
“Melalui MPLS ini kami berharap peserta didik dapat mengenal lingkungan belajar dengan baik, merasa nyaman, dan termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran hingga selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SPNF SKB Kabupaten Kubar, Meipi Herowati, mengajak seluruh warga belajar memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai awal untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan.
“Hari ini adalah awal perjalanan baru. Ikutilah seluruh rangkaian MPLS dengan penuh semangat, aktif bertanya, saling menghargai, dan jangan pernah ragu mempelajari hal-hal baru. Jadikan pendidikan sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Panitia berharap MPLS Ramah 2026 mampu membantu peserta beradaptasi dengan lingkungan pendidikan kesetaraan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar. Melalui kegiatan ini, warga belajar diharapkan semakin siap mengembangkan potensi diri serta menyelesaikan pendidikan sebagai bekal menghadapi masa depan.
(Adv/Fac/Mii)


