Suarastra.com – Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Di balik kemajuan sebuah daerah, peran perempuan dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam melahirkan kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak kepada masyarakat.
Komitmen itu terus diperkuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dengan menggelar Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi di Kantor Kecamatan Melak, pada Kamis (09/07/26).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas kader keluarga, kader Keluarga Berencana (KB), dan kader Posyandu dari berbagai kampung di Kecamatan Melak. Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif bersama narasumber Masurung, S.Pd., M.T., peserta diajak memahami pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor strategis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP2KBP3A Kubar, Seriwahyuni, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan, tidak hanya sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan sosial, pelaku usaha, hingga mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, semakin besar ruang yang diberikan kepada perempuan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, semakin besar pula peluang lahirnya kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Ketika perempuan diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif, pembangunan akan menjadi lebih inklusif, responsif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang belajar sekaligus wadah berbagi pengalaman bagi para peserta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, organisasi perempuan, kader masyarakat, hingga warga di kampung masing-masing agar manfaatnya semakin luas.
Sementara itu, mewakili Camat Melak, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Melak, Restim Muladi, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut.
“Peningkatan kapasitas perempuan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi keluarga maupun masyarakat,” tutur Muladi.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak peserta sehingga semakin banyak perempuan memperoleh kesempatan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Melalui program pemberdayaan yang terus dijalankan, Pemkab Kubar menegaskan komitmennya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan di bidang politik, hukum, sosial, maupun ekonomi.
(Adv/Fac/Mii)


