Suarastra.com – Harga beras di sejumlah toko sembako di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai merek beras yang didatangkan dari luar daerah, seperti Surabaya dan Sulawesi.
Pantauan Suarastra di lapangan pada Jumat (12/06/26) siang, sejumlah pedagang mengakui harga beras mengalami penyesuaian dibanding sebelumnya. Meski tidak seragam, kenaikan harga disebut berkisar beberapa ribu rupiah per karung, tergantung merek dan asal beras.
Salah seorang pedagang sembako di Jalan Maduningrat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kenaikan harga beras merupakan hal yang kerap terjadi, terutama untuk produk yang dipasok dari luar Kalimantan Timur (Kaltim).
“Naik itu biasa sekitar lima ribu. Untuk beras sendiri banyak yang berasal dari luar daerah seperti Surabaya dan Sulawesi,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan harga dari distributor menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di tingkat pedagang. Kondisi tersebut membuat harga beras di pasaran harus menyesuaikan dengan biaya distribusi dan pasokan yang tersedia.
Sementara itu, kondisi berbeda disampaikan Udin (46), pedagang beras lokal di Tenggarong. Ia mengatakan harga beras lokal lebih banyak dipengaruhi oleh hasil produksi petani dibanding perkembangan ekonomi global atau pergerakan harga pasar nasional.
Menurut Udin, ketika produksi padi menurun akibat gagal panen, harga gabah otomatis naik dan berdampak pada harga beras yang dijual kepada konsumen.
“Kalau di sini padinya naik, berasnya ikut naik. Sekarang yang paling murah saya jual Rp17 ribu per kilogram, kalau beras wangi, kami jual Rp20 ribu per kilogram,” terang Udin.
Ia menjelaskan beras lokal memiliki karakteristik pasar yang berbeda dengan beras dari luar daerah. Harga lebih banyak ditentukan oleh ketersediaan hasil panen petani setempat.
“Kalau padi lokal itu bisa naik gara-gara gagal panen. Padi lokal ini tidak terlalu terpengaruh ekonomi global. Dia tidak ikut harga pasar luar,” tutupnya.
(Oby/Mii)

