Suarastra.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Kirab Pusaka Nusantara untuk pertama kalinya digelar di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Warisan Budaya Dunia dan Hari Keris Nasional, pada Jumat (17/04/26) malam.
Kirab tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari budayawan, seniman, tokoh agama, hingga warga desa di sekitar kawasan Borobudur. Partisipasi luas ini dinilai menunjukkan kuatnya keterikatan masyarakat terhadap nilai-nilai budaya.
“Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang kebudayaan, mulai dari budayawan, seniman, tokoh agama, hingga masyarakat desa di sekitar kawasan Borobudur,” ujar Fadli Zon.
Dalam pelaksanaannya, peserta kirab berjalan menyusuri margautama dan menuju pelataran Kenari di sisi barat Borobudur, setelah terlebih dahulu mengelilingi candi sebanyak satu kali. Pada kesempatan itu, Menteri Kebudayaan juga melakukan prosesi simbolis dengan melepas burung dan dua ekor bebek.
Fadli Zon menegaskan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Borobudur merupakan warisan budaya milik bersama, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.
“Kirab ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kecintaan dan kesadaran masyarakat terhadap budaya sebagai bagian dari identitas nasional,” jelasnya.
Selain sebagai upaya pelestarian, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Warga desa terlibat aktif melalui gotong royong, mulai dari menyiapkan sajian tradisional hingga menampilkan berbagai atribut budaya seperti busana adat dan tumpeng.
Pemilihan Borobudur sebagai lokasi kirab dinilai memiliki makna simbolis, mengingat situs tersebut merupakan representasi kemajuan peradaban masa lalu yang mendunia. Selama ini, tradisi kirab pusaka lebih identik dengan lingkungan keraton di Solo dan Yogyakarta.
“Kirab Pusaka Nusantara di Borobudur ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di kawasan tersebut dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan komunitas budaya,” tambahnya.
(Caa/Mii)

