Suarastra.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) membuka puluhan ribu lowongan pekerjaan (loker) untuk pengelolaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, yang langsung memiliki status kepegawaian di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa total lowongan yang dibuka pada tahap awal mencapai 35.476 formasi. Pendaftaran resmi telah dibuka mulai 15 hingga 24 April 2026 mendatang melalui tautan link phtc.panselnas.go.id
Rekrutmen ini merupakan bagian dari program nasional penguatan ekonomi desa dan sektor kelautan. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan sekitar 30 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia dalam waktu dekat.
“Kita akan membangun Koperasi Desa Merah Putih sebanyak 30 ribu di seluruh Indonesia. Insyaallah Juni dan Juli ini sudah tercapai,” ujar Zulkifli Hasan, Rabu (15/04/26).
Selain itu, program Kampung Nelayan Merah Putih juga terus dikembangkan. Hingga tahun ini, jumlahnya telah mencapai 1.368 kampung nelayan yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menilai kebutuhan sumber daya manusia menjadi faktor utama keberhasilan program. Karena itu, rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui panitia seleksi nasional PHTC.
Adapun rincian formasi tahap awal meliputi sekitar 30 ribu posisi manajer Kopdes Merah Putih yang akan berstatus sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema perjanjian kerja tertentu. Sementara itu, sekitar 5 ribu posisi disiapkan untuk pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Zulkifli menegaskan bahwa rekrutmen ini akan dilakukan secara bertahap, mengingat total target pembentukan Kopdes Merah Putih secara nasional mencapai sekitar 80 ribu unit.
“Program utama ini membutuhkan SDM yang besar. Karena itu, kami membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk ikut serta dalam pengelolaan Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.
Sebagai informasi, seleksi ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 serta usia maksimal 35 tahun. Pendaftaran ini dibuka tanpa dipungut biaya.
(Oby/Mii)

