Suarastra.com – Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Herry Asdar, menyoroti kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di kawasan pesisir Kukar. Ia berharap fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dapat tersedia untuk memudahkan nelayan memenuhi kebutuhan operasional saat melaut.
Menurut Herry, ketersediaan BBM menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas nelayan, terutama untuk mendukung operasional penangkapan ikan di wilayah pesisir. Kemudahan memperoleh bahan bakar juga menjadi hal yang perlu diperhatikan agar kebutuhan nelayan dapat terpenuhi.
“Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kebutuhan tersebut diperlukan untuk mendukung operasional nelayan saat melaut,” ujarnya, Rabu (04/11/26).
Ia menjelaskan, penyediaan fasilitas pengisian BBM khusus nelayan atau SPBN masih membutuhkan proses dan koordinasi dengan pihak terkait. Karena itu, realisasi penyediaannya belum dapat dipastikan mengingat hal tersebut juga berkaitan dengan koordinasi serta kewenangan pemerintah kabupaten.
“Kehadiran fasilitas tersebut di kawasan pesisir diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional nelayan secara lebih mudah,” katanya.
Herry berharap, rencana penyediaan SPBN dapat terus menjadi perhatian sehingga ke depannya nelayan di kawasan pesisir memiliki akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan bahan bakar untuk melaut.
Selain persoalan BBM, ia juga menyinggung rencana pembangunan Kampung Nelayan di wilayah Gersik, Kecamatan Muara Badak. Namun, hingga kini belum ada perkembangan terbaru yang dapat dipastikan terkait rencana tersebut.
“Sementara itu, mengenai rencana pembangunan Kampung Nelayan di wilayah Gersik, Muara Badak, belum ada informasi perkembangan terbaru yang dapat dipastikan,” tutupnya.
(Hen/Mii)

