Suarastra.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), M. Andi Faisal, mendorong percepatan pemasangan 20 titik hidran di kawasan Danau Aji, Tenggarong, untuk mengatasi kendala pasokan air saat kebakaran. Upaya ini menjadi langkah jangka pendek untuk memperkuat kesiapsiagaan, terutama di kawasan padat penduduk yang rawan terdampak kebakaran.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin Andi Faisal, Senin (12/10/26). Rapat melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, PDAM, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), BPBD, Dinas Sosial, serta unsur kecamatan, kelurahan, dan pengurus RT.
Andi Faisal mengatakan, rapat tersebut digelar untuk menindaklanjuti berbagai kendala yang dihadapi petugas pemadam kebakaran di lapangan, termasuk penolakan sebagian masyarakat terhadap pemasangan fasilitas pendukung pemadaman.
“Ya, tadi kita dapat laporan, Pemadam ingin ngobrol dan berdiskusi bersama, makanya akhirnya kita fasilitasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dinas Pemadam Kebakaran telah memetakan sejumlah zona rawan kebakaran di Tenggarong. Namun, pemasangan fasilitas pendukung seperti tandon air berkapasitas 5.000 liter dan jaringan distribusi air masih menghadapi kendala karena adanya penolakan dari sebagian warga.
Karena itu, pihak kecamatan, kelurahan, dan pengurus RT diminta aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya fasilitas tersebut untuk mempercepat penanganan kebakaran.
“Makanya tadi kita undang camat, lurah, dan forum RT ini agar cepat mengedukasi masyarakatnya, supaya ke depannya tidak ada lagi terjadi kebakaran kayak kemarin. Ya, saat ini pun kalau ada kebakaran, cepat diselesaikan,” kata Andi Faisal.
Selain pemasangan hidran, pembenahan jaringan distribusi air menjadi perhatian utama. Menurutnya, saat terjadi kebakaran besar, petugas kerap menghadapi keterbatasan pasokan air karena pengisian ulang armada pemadam berlangsung lambat, bahkan sejumlah pipa dilaporkan tidak memiliki pasokan air.
“Jadi kemarin kan kendalanya ketika kebakaran hebat, amunisinya ini kekurangan, airnya itu lambat untuk terisi kembali. Karena beberapa pipa itu tidak ada airnya ternyata. Nah, makanya ke depannya itu akan diperbaiki semua,” jelasnya.
Untuk mendukung ketersediaan air, Dinas Perkim juga diminta mengupayakan pengadaan sedikitnya dua hingga tiga tandon air. Selain itu, DPRD mendorong dukungan perusahaan daerah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta Bankaltimtara untuk membantu penyediaan sarana pendukung pemadaman.
“Plus hidran, jadi ada sekitar 20 titik yang akan kita pasang di area Danau Aji, aliran air itu. Jadi ada 20 titik hidran. Makanya tadi kita minta ke Pak Lurah, Bu Camat, Pak RT, agar bisa mengedukasi masyarakat sekitar sana. Itu dalam jangka pendeknya,” ungkapnya.
Untuk jangka panjang, DPRD Kukar akan mengupayakan dukungan anggaran melalui pembahasan Badan Anggaran (Banggar) agar setiap kelurahan memiliki kendaraan pendukung pemadam kebakaran. Kendaraan tersebut diharapkan dapat membawa peralatan dan pipa, serta didukung armada pemadam berkapasitas kecil sekitar 1.500 hingga 3.000 liter.
Menurut Andi Faisal, keberadaan armada berukuran kecil dapat mempercepat respons awal ketika terjadi kebakaran, sehingga api dapat ditangani sebelum meluas.
“Jadi untuk membawa pipa itu mereka sudah punya sendiri, habis itu truk-truk pemadam yang skala kecil, yang isinya 1.500 liter, 3.000 liter begitu. Jadi ada percepatan, sehingga kebakaran sekecil apa pun ada yang mendahului,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah didorong membangun instalasi penampungan air di sekitar zona rawan kebakaran pada tahun depan. Dinas Perkim diminta menyusun kajian kebutuhan fasilitas tersebut, tidak hanya untuk kawasan Danau Aji, tetapi juga seluruh permukiman padat penduduk.
Beberapa kawasan yang turut menjadi perhatian di antaranya Mangkurawang dan Kartini. Penentuan lokasi lainnya akan disesuaikan dengan pemetaan zona rawan kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran.
“Perkim tadi sudah kita minta, bukan hanya Danau Aji, tapi seluruh kawasan yang padat penduduk sudah kita minta agar mereka buat kajian. Kalau bisa secepatnya, supaya tahun depan bisa kita anggarkan kembali. Itu sih pentingnya untuk keamanan kita,” ujarnya.
Andi Faisal menegaskan, penguatan fasilitas pemadam kebakaran harus dilakukan secara merata dan tidak hanya terpusat di Tenggarong. Wilayah lain, seperti Muara Muntai, Kota Bangun, Anggana, dan Muara Badak, juga perlu mendapat perhatian sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan masing-masing.
“Makanya harapan kita itu bukan hanya di Tenggarong, tapi di 20 kecamatan pun perlakuannya sama. Karena tidak ada yang tahu, musibah itu tidak pernah mengabari terlebih dahulu, makanya sejak ini akan kita evaluasi,” tegasnya.
Ke depan, DPRD Kukar juga berencana mengundang pihak perusahaan untuk membahas peluang dukungan terhadap penanganan kebakaran. Sinergi pemerintah daerah, petugas pemadam, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan kebakaran di seluruh wilayah Kukar.
(Hen/Mii)

