Suarastra.com – Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), mencatat sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran yang melanda kawasan RT 33, Jalan Danau Aji dan Jalan Alimudin, Senin (05/10/26).
Lurah Melayu, Muhammad Hafiz, meninjau langsung kondisi warga dan kawasan yang terdampak pada Selasa (06/10/26). Berdasarkan pendataan sementara yang dihimpun, terdapat 50 KK dengan total 151 jiwa yang terdampak.
“Sampai sekarang ini masih belum pasti. Sampai pukul 02.16 Wita, jumlah yang kami himpun di Posko Keluarga Melayu, jumlah KK terdampaknya itu ada 50 kepala keluarga,” ucap Hafiz kepada awak media.
Dari total 151 jiwa tersebut, terdapat tiga anak yang belum memasuki usia sekolah, 16 pelajar SD, 4 pelajar SMP, 8 pelajar SMA, serta 10 mahasiswa.
“Terdiri dari 151 jiwa, dengan rincian anak-anak di sini yang belum sekolah 3 orang, SD 16, SMP 4, SMA 8, mahasiswa 10,” jelasnya.
Sementara itu, petugas sementara mencatat sebanyak 27 bangunan pribadi terdampak kebakaran. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena pendataan masih dilakukan, termasuk terhadap rumah sewaan, rumah kontrakan maupun bangsal.
“Untuk sementara data yang kami terima, rumah pribadi yang terdampak ini ada 27 rumah. Itu belum termasuk dengan rumah sewaan, rumah kontrakan, atau bangsal,” katanya.
Pemerintah juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Kepastian ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang sebelumnya sempat beredar mengenai adanya warga yang menjadi korban.
“Informasi itu memang kemarin ada, tapi kami pastikan tidak ada korban jiwa pada saat kejadian. Memang ada satu warga lansia yang sesak napas, kemungkinan akibat terpapar asap. Tidak ada yang sampai meninggal dunia,” ungkap Hafiz.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan penanganan warga terdampak tidak berhenti pada pemberian bantuan awal. Selain dukungan moral dan kebutuhan dasar, pemerintah juga menyiapkan tindak lanjut terkait tempat tinggal, administrasi kependudukan hingga penataan kawasan.
Melalui, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengatakan kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdata dan tertangani.
“Ini bagian terpenting dari kehadiran pemerintah daerah kepada saudara-saudara yang terkena musibah, dalam bentuk dukungan moral, semangat, dan mungkin beberapa bantuan yang bisa memberikan keringanan untuk beberapa hari ke depan,” katanya.
Menurutnya, penataan kawasan juga perlu menjadi perhatian bersama perangkat teknis, termasuk bidang pekerjaan umum dan perumahan. Salah satunya dengan memperlebar akses jalan agar kendaraan darurat lebih mudah menjangkau permukiman.
“Ini memang perlu penataan, mungkin lewat PU atau Perkim, bagaimana supaya jalan ini bisa ditata dan diperlebar. Kalau terjadi apa-apa, ambulans maupun kendaraan lainnya bisa masuk,” ujarnya.
Selain akses jalan, ketersediaan pasokan air untuk penanganan kebakaran juga menjadi perhatian. Salah satu usulan yang dinilai penting yakni penyediaan jaringan hidran di kawasan permukiman padat.
“Yang paling penting itu pasokan air, artinya pipa-pipa hidran, apalagi di permukiman. Ini mungkin perlu ada di kawasan-kawasan yang padat,” tutupnya.
(Hen/Mii)

