Suarastra.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menjadi perhatian DPRD Kukar. Komisi II menilai keterbatasan kuota menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan BBM kepada masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Balikpapan untuk membahas persoalan ketersediaan BBM tersebut.
Koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari langkah yang dapat ditempuh agar keterbatasan pasokan BBM di Kukar tidak terus berdampak kepada masyarakat.
Menurut Rahmat, persoalan kuota menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Ketika kuota terbatas, pasokan BBM yang diterima masyarakat juga ikut terdampak.
“Memang ketersediaan kelangkaan ini kan karena memang kuotanya memang terbatas dan kurang,” kata Rahmat, pada Jumat (02/10/26).
Atas kondisi tersebut, Komisi II DPRD Kukar meminta Pertamina mempertimbangkan penambahan kuota, khususnya untuk jenis BBM yang mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah.
Rahmat mengatakan tambahan kuota diperlukan agar pasokan BBM dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berjalan.
“Kita meminta pihak Pertamina untuk menambah kuota dari BBM yang hari ini memang mengalami kelangkaan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Komisi II juga membuka kemungkinan membahas persoalan tersebut secara langsung bersama Pertamina dan pihak terkait. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni menggelar rapat dengar pendapat (RDP).
Namun, rencana tersebut belum diputuskan. Saat ini komunikasi dengan pihak terkait masih dilakukan secara lisan, sementara internal Komisi II masih membahas apakah perlu mengirimkan surat resmi atau menggelar RDP.
“Kalau kita sih sudah berkoordinasi secara lisan, cuma mungkin nanti kita perhatikan apa kita perlu bersurat atau RDP. Saya masih kita diskusikan nanti di internal komisi,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

