Suarastra.com – Kampung Mendika, Kecamatan Damai, menjadi pusat perhatian pada Sabtu (13/06/26). Kampung yang dihuni sekitar 362 jiwa itu dipercaya mewakili Kabupaten Kutai Barat dalam Verifikasi Lapangan Lomba Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Penguatan Ekonomi (GELARI PELANGI) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dan dihadiri tim verifikator Provinsi Kalimantan Timur, Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina, jajaran perangkat daerah, hingga masyarakat Kampung Mendika.
Verifikasi lapangan ini menjadi bagian dari penilaian program GELARI PELANGI yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan keluarga, budaya literasi, pengembangan keterampilan, serta penguatan ekonomi keluarga di tingkat kampung.
Dalam sambutannya, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyampaikan bahwa program GELARI PELANGI merupakan salah satu upaya strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Gelari Pelangi merupakan program strategis PKK yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia keluarga melalui penguatan pendidikan, literasi, keterampilan, serta kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.
Menurut Frederick, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen mendukung berbagai program pemberdayaan yang mampu meningkatkan literasi dan mendorong tumbuhnya usaha ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.
Bupati juga menilai kegiatan verifikasi bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran bersama.
“Kami berharap melalui proses ini akan lahir berbagai masukan konstruktif yang dapat menjadi bahan perbaikan dan penguatan program di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kutai Barat, Maria Christina, menjelaskan bahwa Kampung Mendika dipilih sebagai perwakilan Kutai Barat karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga secara berkelanjutan.
Ia menyebut sejumlah program telah berjalan dan melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari Rumah Dilan, Kampung Mandiri, Koperasi PKK, Toko PKK/UP2K, hingga Gerakan Gemar Membaca.
“Kami berharap kegiatan verifikasi ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran dan pemberdayaan keluarga, khususnya di Kampung Mendika,” ujarnya.
Di kampung tersebut, berbagai program pemberdayaan juga terus dikembangkan. Selain mengaktifkan taman bacaan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak serta masyarakat, warga juga memanfaatkan limbah plastik menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi.
Petinggi Kampung Mendika, Kusnadi, mengatakan pihaknya berupaya mengintegrasikan pendidikan berbasis komunitas dengan penguatan ekonomi keluarga sebagai bagian dari pembangunan kampung.
“Kami sadar bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Dengan segala keterbatasan yang ada, kami berusaha menampilkan yang terbaik,” katanya.
Selain melalui pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi keluarga juga dilakukan dengan memasarkan berbagai produk masyarakat melalui Toko PKK dan platform digital seperti WhatsApp Business serta Instagram.
Usai pembukaan, tim verifikasi Provinsi Kalimantan Timur melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi program sebagai bagian dari proses penilaian.
(Adv/Oby/Mii)


