Suarastra.com – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), saat SD Negeri 009 Sandaran menggelar acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026, pada Selasa (06/06/26) lalu.
Bukan hanya menjadi momen perpisahan bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ajang penghormatan kepada seorang guru senior yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan di wilayah pesisir Kutim.
Sebanyak 29 siswa kelas VI resmi dilepas setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di SDN 009 Sandaran. Dengan mengusung tema “Melangkah Meraih Cita-Cita, Mengukir Prestasi untuk Masa Depan Gemilang”, para siswa diantar menuju fase baru kehidupan mereka dengan doa dan harapan dari para guru maupun orang tua.
Acara tersebut dihadiri Anggota DPRD Kutim yang juga mantan Kepala SDN 009 Sandaran, H. Akhmad Sulaeman, Kepala Desa beserta jajaran pemerintah desa, anggota BPD, kepala sekolah se-Kecamatan Sandaran, komite sekolah, wali murid, serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan.
Kepala SDN 009 Sandaran, Halillurahman, mengatakan hari itu menjadi momen istimewa bagi keluarga besar sekolah karena tidak hanya melepas siswa, tetapi juga memberikan penghormatan kepada sosok guru yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah.
“Hari ini merupakan momen yang istimewa bagi keluarga besar SDN 009 Sandaran. Kita melepas 29 siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan siap melanjutkan perjalanan menuju masa depan yang lebih baik,” kata Halillurahman.
“Pada kesempatan yang sama, kita juga memberikan penghargaan kepada Ibu Hj. Sitti Fatmawati, S.Pd yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan sejak sekolah ini berdiri,” tambahnya.
Di tengah rangkaian acara, suasana berubah haru ketika nama Hj. Sitti Fatmawati disebut. Guru senior yang akan memasuki masa purna tugas pada September 2026 itu menerima penghargaan dari sekolah sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya selama puluhan tahun.
Bagi masyarakat Sandaran, sosok Hj. Sitti Fatmawati bukan sekadar guru. Ia merupakan salah satu pendidik yang turut menyaksikan dan membangun perjalanan SDN 009 Sandaran sejak awal berdiri. Dari tangannya, lahir banyak generasi yang kini telah berkiprah di berbagai bidang.
“Pengabdiannya yang panjang menjadikan namanya lekat dalam sejarah sekolah. Kesabaran, keteladanan, dan dedikasi yang ia tunjukkan selama bertahun-tahun menjadi kenangan yang sulit dilupakan oleh murid, alumni, maupun rekan sejawat,” ungkap Halillurahman.
Momen penghormatan tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam acara. Sejumlah guru, orang tua, hingga alumni tampak larut dalam suasana haru saat mengenang perjalanan panjang sang guru dalam mendidik anak-anak di wilayah pesisir tersebut.
Selain prosesi pelepasan dan penghormatan kepada guru senior, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari siswa, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta sesi foto bersama yang menjadi penutup manis perjalanan para siswa di bangku sekolah dasar.
Tawa, tepuk tangan, dan air mata bercampur menjadi satu dalam kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelulusan para siswa sekaligus harapan agar mereka dapat terus melangkah meraih cita-cita dan membawa nama baik keluarga, sekolah, serta daerah di masa depan.
Di sisi lain, sekolah juga memberikan penghormatan kepada seorang guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi penerus di Sandaran.
(*/Oby/Mii)

