Suarastra.com – Suasana berbeda terlihat di halaman SMPN 1 Melak, Kabupaten Kutai Barat, pada Rabu (03/06/26). Di sela aktivitas pendidikan yang sedang berjalan, para guru, tenaga pendidik, dan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat berkumpul untuk melakukan penanaman pohon serta memperkuat program pengelolaan sampah organik menjadi pupuk eco-enzyme.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau, asri, dan ramah lingkungan. Bagi SMPN 1 Melak, ruang belajar tidak hanya berada di dalam kelas, tetapi juga tercermin dari kondisi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat, Seriwahyuni, bersama pengawas SMP, kepala sekolah, serta jajaran guru SMPN 1 Melak.
Selain melakukan penanaman pohon, sekolah juga terus mengembangkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair eco-enzyme. Program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Di tengah isu perubahan iklim dan meningkatnya persoalan sampah, sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif generasi muda. Melalui kegiatan sederhana seperti menanam pohon dan mengolah sampah organik, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Sekretaris Disdikbud Kutai Barat, Seriwahyuni, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan SMPN 1 Melak dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi upaya SMPN 1 Melak dalam menjadikan sekolah yang hijau dan asri. Dengan lingkungan yang sejuk dan asri, para siswa tentu akan merasa lebih nyaman dan fokus dalam mengikuti proses belajar mengajar,” ujarnya.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan hijau tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kesehatan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Dalam kesempatan yang sama, Seriwahyuni juga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Tahun Ajaran 2026 yang sedang berlangsung di sekolah tersebut.
Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, monev juga menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan untuk menjaga mutu pendidikan di Kutai Barat.
Melalui kombinasi antara penguatan kualitas pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan, SMPN 1 Melak menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.
(Adv/Fac/Mii)


