Suarastra.com – Upaya memperkuat ruang literasi dan pelestarian budaya terus dilakukan Suarastra. Salah satunya melalui silaturahmi yang dilakukan jajaran direksi media online tersebut dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Yuli Permata Mora, di ruang kerjanya, Jumat (05/06/26).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu, Suarastra memperkenalkan diri sebagai media yang tidak hanya berfokus pada pemberitaan umum, tetapi juga memiliki komitmen dalam mengangkat, mendokumentasikan, dan mempublikasikan kekayaan budaya lokal yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim).
Sebagai bentuk penghargaan dalam mendukung pelestarian budaya daerah, Suarastra menyerahkan sebuah buku dokumenter budaya berjudul “Ruang Pertemuan” kepada Kepala Diskominfo Kubar.
Buku tersebut merupakan salah satu karya dokumentasi yang memuat catatan, gagasan, serta rekam jejak berbagai aktivitas kebudayaan yang pernah dilaksanakan dan menjadi bagian dari perjalanan pelestarian budaya di Kaltim.
Direktur Suarastra, Akhmad Reza Pahlevi, mengatakan kehadiran media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga identitas budaya daerah melalui dokumentasi dan publikasi yang berkelanjutan.
“Melalui pertemuan ini kami ingin memperkenalkan Suarastra sebagai media yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kebudayaan. Kami percaya budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi penting untuk membangun masa depan daerah,” ujarnya.
Menurut Reza, buku “Ruang Pertemuan” menjadi salah satu bentuk nyata upaya dokumentasi yang dilakukan agar berbagai pemikiran, karya, dan aktivitas budaya tidak hilang ditelan waktu.
Ia berharap, ke depan semakin banyak kolaborasi yang dapat dibangun antara media, pemerintah daerah, komunitas seni, serta para pelaku budaya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kubar, Yuli Permata Mora, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi langkah Suarastra yang memilih mengambil peran sebagai media yang turut memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, keberadaan media memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kubar kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
“Budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga bersama. Kami tentu menyambut baik kehadiran media yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya dan dokumentasi berbagai kegiatan kebudayaan,” katanya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung promosi budaya, pengembangan literasi, serta penyebarluasan informasi yang mampu memperkuat identitas daerah di tengah arus perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat.
Melalui silaturahmi itu, Suarastra menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang bertemunya gagasan, budaya, dan masyarakat dalam satu narasi yang mengangkat kekayaan lokal sebagai kekuatan utama daerah.
(Oby/Mii)


