Suarastra.com – Di antara kuntum bunga yang bermekaran, berterbanganlah lebah kecil mencari sari kehidupan. Tiada ia bersuara lantang, tiada pula menuntut pujian atas jerih payahnya. Dari sekuntum bunga ke sekuntum bunga, dikumpulkannya madu setetes demi setetes, hingga terhimpun manis yang dapat dinikmati banyak makhluk.
Demikianlah kehidupan mengajarkan, bahwa sesuatu yang besar tiada selalu bermula dari perkara yang besar. Ada kalanya kemuliaan lahir daripada pekerjaan kecil yang dilakukan dengan tekun, sabar, dan penuh keikhlasan.
Lebah mengajarkan arti kebersamaan. Ia bekerja bukan semata-mata untuk dirinya, melainkan bagi kelangsungan seluruh koloninya. Bahkan, dari persinggahannya pada bunga, turut terbantu pula kehidupan tumbuh-tumbuhan melalui penyerbukan.
Maka, janganlah meremehkan insan yang bekerja dalam diam. Sebab tidak semua jasa perlu diumumkan, dan tidak semua kebaikan harus disaksikan manusia.
Petuah lama,
“Belajarlah kepada lebah, mengambil sari tiada merusak kuntum, menghasilkan madu tiada meminta pujian. Kecil tubuhnya, besar manfaatnya; sedikit suaranya, banyak jasanya.”
Adapun nasihatnya,
Jadilah manusia yang manis budinya, bukan hanya manis katanya. Ringankan tangan dalam bekerja, tulus hati dalam memberi, dan janganlah menabur kerusakan di tempat kita mengambil kehidupan.
Sebab, sebaik-baik insan bukanlah yang paling banyak berkata tentang kebaikan, melainkan yang paling banyak meninggalkan manisnya manfaat bagi kehidupan.
Penulis : Avisapranatungga

