Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berpeluang kembali meningkatkan pendapatan sektor kepelabuhanan pada 2027. Sejumlah perusahaan batu bara dikabarkan berpotensi kembali melakukan pemuatan, meski dengan kapasitas yang belum sebesar sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, mengatakan peluang tersebut menjadi harapan untuk memulihkan penerimaan daerah dari sektor kepelabuhanan. Pasalnya, aktivitas pemuatan batu bara telah terhenti sejak Januari 2026.
“Insyaallah tahun depan kami sudah mulai dengan beberapa perusahaan, terutama batu bara. Katanya sudah bisa loading, meskipun dengan kapasitas yang tidak terlalu besar,” ujar Agus Dahlan, Rabu (28/10/26).
Meski demikian, kembalinya aktivitas perusahaan batu bara belum menjamin kegiatan pemuatan langsung berjalan normal. Setiap perusahaan masih harus menyesuaikan operasional dengan kuota yang diperoleh serta ketentuan yang berlaku.
Agus menilai, apabila pemuatan batu bara kembali berjalan, peluang mencapai target pendapatan kepelabuhanan sebesar Rp10 miliar pada 2027 semakin terbuka. Namun, realisasinya tetap bergantung pada besaran kuota dan aktivitas perusahaan di lapangan.
Ia mengungkapkan, pendapatan sektor kepelabuhanan PPU pada 2025 tercatat sekitar Rp8,6 miliar. Angka tersebut masih di bawah penerimaan pada 2023 yang mencapai kurang lebih Rp13 miliar, ketika aktivitas batu bara, crude palm oil (CPO), dan bongkar muat komoditas lainnya turut menopang pendapatan.
“Kalau batu bara bisa loading, tentunya saya yakin target Rp10 miliar itu bisa tercapai. Terutama untuk pelabuhan yang kontribusinya sekitar Rp8 miliar lebih, itu berpotensi tercapai,” jelasnya.
Di tengah terhentinya pemuatan batu bara, kegiatan kepelabuhanan PPU masih mengandalkan komoditas kelapa sawit, khususnya CPO dari sejumlah perusahaan. Namun, berkurangnya pasokan tandan buah segar (TBS) selama musim kemarau turut menjadi tantangan bagi aktivitas komoditas tersebut.
Selain itu, pelabuhan PPU melayani bongkar muat material bangunan, seperti besi dan bahan konstruksi yang didatangkan dari luar daerah. Meski tetap berjalan, kontribusi kegiatan ini belum mampu menyamai potensi penerimaan dari pemuatan batu bara dan CPO.
Ketergantungan terhadap sejumlah komoditas utama membuat pendapatan kepelabuhanan rentan terhadap perubahan aktivitas usaha dan ketersediaan pasokan. Karena itu, peluang beroperasinya kembali perusahaan batu bara menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan Dishub PPU dalam menyusun proyeksi pendapatan 2027.
Agus berharap pemuatan batu bara dapat kembali berjalan secara bertahap dan sesuai regulasi. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan daerah, aktivitas tersebut diharapkan turut menggerakkan perekonomian di kawasan pelabuhan PPU.
(Oby/Mii)

