Suarastra.com – Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Begitulah pesan yang diwariskan oleh mereka yang telah lebih dahulu menempuh jalan kehidupan. Sebuah nasihat sederhana, namun di dalamnya tersimpan makna yang berarti : ketika langkah telah diniatkan dengan hati yang jernih, jangan mudah berpaling hanya karena angin kehidupan berubah arah.
Sebab perjalanan bukan tentang selalu menemukan laut yang tenang. Ada kalanya ombak meninggi, angin berembus berlawanan, dan langit seakan menyimpan mendung. Namun justru di sanalah hati ditempa belajar sabar ketika badai datang, belajar ikhlas ketika arah tak sesuai kehendak, dan belajar percaya bahwa setiap perjalanan memiliki maksud yang lebih luas daripada yang mampu kita lihat.
Layar umpama ikhtiar. Angin umpama takdir. Dan perahu umpama diri kita sendiri.
Maka teruslah berlayar, wahai anak zaman. Jangan takut pada luasnya samudra kehidupan. Selama niat dijaga, langkah ditempuh dengan keberanian, dan hati berserah kepada Yang Maha Mengetahui, tak ada perjalanan yang benar-benar sia-sia.
Karena terkadang, Tuhan tidak segera menunjukkan ke mana perahu harus berlabuh. Ia hanya meminta kita untuk tetap mengembangkan layar dan percaya pada arah yang sedang Dia tuliskan.
#Avisapranatungga

