Suarastra.com – Petuah lama mengajarkan bahwa hidup tidak pernah benar-benar berhenti. Yang patah dapat tumbuh kembali, dan yang pergi memberi ruang bagi sesuatu yang baru.
“Patah tumbuh, hilang berganti.”
Di dalamnya tersimpan hikmah bahwa segala sesuatu memiliki waktunya. Ada yang datang untuk menemani, ada yang pergi untuk mengajarkan keikhlasan. Namun, tumbuh bukan berarti melupakan akar. Setinggi apa pun pohon menjulang, ia tetap hidup dari tanah yang dahulu menopangnya. Begitu pula manusia, sejauh apa pun melangkah, jangan sampai lupa dari mana ia berasal.
Maka, jagalah warisan para leluhur. Bukan sekadar nama, benda, atau cerita, tetapi kebaikan yang mereka tanamkan. Sebab zaman boleh berganti, generasi boleh berganti, tetapi nilai kebaikan semestinya tetap ada.
Yang patah, jadikan pelajaran.
Yang hilang, simpan sebagai kenangan.
Yang tumbuh, rawatlah dengan kebaikan.
Sebab hidup akan terus berganti, tetapi kebaikan selalu menemukan jalan untuk tumbuh kembali.
Penulis : Avisapranatungga
(Caa/Mii)

