Close Menu
Suarastra
    Advertorial

    Semangat Kartini Menguat di Parlemen, Sri Muryani Dorong Kebijakan Berpihak pada Perempuan

    Mei 1, 2026

    Diskusi Kartini, DPRD dan Mahasiswa Kukar Tekankan Perempuan sebagai Pilar Ekonomi

    Mei 1, 2026

    DPRD Kukar Dorong Perhutanan Sosial Jadi Solusi Polemik Penertiban Warung Panjang Tahura Bukit Soeharto

    April 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    SuarastraSuarastra
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
      1. Balikpapan
      2. Berau
      3. Bontang
      4. Kubar
      5. Kukar
      6. Kutim
      7. Mahulu
      8. Paser
      9. PPU
      10. Samarinda
      11. View All

      Kloter Pertama Jemaah Haji Diberangkatkan dari Bandara Sepinggan Sebanyak 5.747 Jemaah

      Mei 6, 2025

      360 Calon Jemaah Haji Balikpapan Diberangkatkan Menuju Tanah Suci, Dilepas Langsung Wakil Gubernur Kaltim

      Mei 6, 2025

      KMP Mukhlisa Tenggelam di Teluk Balikpapan, Basarnas Bersiap Lakukan Evakuasi

      Mei 5, 2025

      Disdikbud Balikpapan Teken Tiga Kerja Sama Strategis di Momentum Hardiknas 2025

      Mei 2, 2025

      Berau Siapkan Rp 7 Miliar untuk Pra Porprov Kaltim 2026

      Mei 20, 2025

      Disbudpar Berau Siapkan Rp 5 Miliar untuk Promosi Wisata, Targetkan Pasar Internasional

      Mei 16, 2025

      Wisatawan Asal China Hilang Saat Menyelam di Perairan Maratua, Tim Gabungan Dikerahkan

      Mei 2, 2025

      RSUD Pratama Talisayan Kembali Rekrut Tenaga Medis Pasca Pemberhentian PTT

      Februari 18, 2025

      Polisi Dalami Tambang Ilegal di Hutan Kanaan: Dugaan Pelanggaran Masih Diselidiki

      Mei 7, 2025

      Warga Gunung Elai Temukan Pewarna Alami dari Biji Senggani, Lolos TTG Kaltim

      Mei 6, 2025

      Pemkot Bontang Gelar Operasi Timbang Balita Serentak, Targetkan Zero Stunting

      Mei 5, 2025

      Peringati May Day, Pegadaian Syariah Bontang Gelar Donor Darah

      Mei 3, 2025

      Lamin Tolan, Sunyi yang Menjaga Jati Diri Dayak Benuaq

      Maret 3, 2026

      Pesta Sua Doyo 2025: Dari Hutan Kalimantan, Tenun Ulap Doyo Menenun Masa Depan

      November 15, 2025

      Menny Debora Tinjau Lokasi Hilangnya Remaja di Muara Jawaq

      Agustus 19, 2025

      Pemkab Kutai Barat Gelar Apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Alun-Alun ITHO

      Mei 20, 2025

      Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa dan Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

      Mei 12, 2026

      Seekor Pesut Mahakam Ditemukan Mati di Perairan Kota Bangun, Tim Konservasi Lakukan Pemeriksaan

      Mei 7, 2026

      Driver Ojol di Tenggarong Keluhkan Potongan Aplikator dan Biaya Operasional yang Kian Meningkat

      Mei 7, 2026

      PWI Kukar Terima Kunjungan Mahasiswa Pascasarjana UMKT, Dorong Literasi Hukum

      Mei 6, 2026

      Akhmad Sulaeman Sosialisasikan Raperda Pajak dan Retribusi Daerah di Sandaran

      Maret 16, 2026

      Posyandu Mawar Susuk Tengah Aktif Layani Lansia, Jemput Bola Hingga ke Rumah Warga

      Januari 17, 2026

      Banjir Kiriman Rendam Empat RT di Desa Susuk Tengah, Kutim: Aktivitas Warga Lumpuh

      Juli 8, 2025

      Desa Susuk Tengah Bangkitkan Kembali Persawahan, Dukung Program Ketahanan Pangan

      Juli 4, 2025

      Brimob Polda Kaltim Kerahkan SSK ke Mahulu, Amankan Tahapan PSU Pilkada

      Mei 19, 2025

      MK Diskualifikasi Paslon Owena Mayang Shari Belawan-Stanislaus Liah dari Pilkada Mahulu

      Februari 24, 2025

      Ketua DPRD Mahakam Ulu Apresiasi TMMD ke-123, Dorong Pemerataan Pembangunan

      Februari 19, 2025

      Dua Personel Polres Mahulu Raih Perunggu di Kasal Cup 2 Internasional Open Taekwondo Championship

      Februari 18, 2025

      Disnakertrans Paser Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk Tingkatkan Daya Saing Pencari Kerja

      Mei 16, 2025

      Ahli Waris Tanggapi Sengketa Lahan Perumnas Union II di Desa Jone

      Mei 8, 2025

      Pemkab Paser Lepas Ratusan Calon Haji Menuju Tanah Suci

      Mei 2, 2025

      Pemkab Paser Buka Program Beasiswa D3 Gratis di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

      Mei 1, 2025

      Menteri PKP Pastikan Pembangunan Rusun di IKN Juga untuk Masyarakat Umum

      Mei 17, 2025

      Bupati PPU Temui Menteri PU Bahas Proyek Infrastruktur Penunjang IKN

      Mei 16, 2025

      Pemkab PPU Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Verifikasi Tim Kemensos RI

      Mei 5, 2025

      Tugu Burung Tiung di Paser Alami Kerusakan Parah, Perlu Perbaikan Bernilai Ratusan Juta

      April 25, 2025

      Empat Jurnalis Jadi Korban Represi Saat Aksi 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

      April 22, 2026

      USO Brand Clothing Lokal Samarinda yang Tumbuh dari Ide “Jangan Berhenti Sebelum Dilarang”

      April 14, 2026

      Membaca Samarinda dari Dalam, Pameran Graphic Memoir Hadirkan 200 Lebih Cerita Warga

      April 1, 2026

      Paspor Simpatik Imigrasi Samarinda Diserbu Warga, 130 Permohonan Masuk dalam Dua Hari

      Januari 17, 2026

      DAD Kaltim Soroti Penggunaan Topi Adat Dayak Kenyah oleh Dua Menteri di Balikpapan

      Mei 12, 2026

      Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa dan Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

      Mei 12, 2026

      Seekor Pesut Mahakam Ditemukan Mati di Perairan Kota Bangun, Tim Konservasi Lakukan Pemeriksaan

      Mei 7, 2026

      Driver Ojol di Tenggarong Keluhkan Potongan Aplikator dan Biaya Operasional yang Kian Meningkat

      Mei 7, 2026
    • Advertorial
      1. Diskominfo Kukar
      2. Disdikbud Kukar
      3. Diskominfo Kubar
      4. DPRD Samarinda
      5. Pemprov Kaltim
      6. Pemkab PPU
      7. DPRD Kaltim
      8. DPRD PPU
      9. DPRD Kubar
      10. DPRD Kukar
      11. Diskominfo Kaltim
      12. Diskominfo PPU
      13. View All

      Pemkab Kukar Gelar Sosialisasikan Manajemen Layanan SPBE di Aula Bappeda

      Juli 15, 2025

      UMKM Samboja Barat Naik Kelas Lewat Digitalisasi

      Juli 14, 2025

      Loa Raya Dorong Kemandirian Warga Lewat Koperasi Merah Putih

      Juli 14, 2025

      Muara Jawa Percepat Pembangunan untuk Atasi Keterisolasian

      Juli 12, 2025

      Disdikbud Kukar Gelar Festival Film Dokumenter untuk Pelajar SMP, Angkat Tema Budaya Lokal

      Oktober 6, 2025

      Guru PAUD Kukar Ikuti Magang ke Yogyakarta, Mutu Pendidikan Dasar Diharapkan Meningkat

      Oktober 1, 2025

      Lomba Seni Budaya Kutai Meriahkan Erau 2025, Jadi Sarana Edukasi Anak Usia Dini

      Oktober 1, 2025

      Guru Jadi Penentu Keberhasilan Sekolah Inklusi di Kukar

      September 30, 2025

      Hari Kunjung Perpustakaan, DKP Kaltim Gelar Ragam Giat Menarik

      September 16, 2025

      Pagelaran Mahasiswa ISBI Kaltim Memukau di Museum Mulawarman, Tampilkan Kekayaan Budaya Nusantara

      Mei 25, 2025

      Gubernur Kaltim Pastikan PSU Kukar Siap Digelar Meski Dihadapkan Potensi Banjir

      April 17, 2025

      Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Terpilih Digelar 20 Februari 2025

      Februari 18, 2025

      Salehuddin Jumpa Dengan Wartawan Kukar, Dorong Perbaikan Internet dan Soroti Kasus Pelecehan

      Januari 28, 2026

      Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Kelangkaan Bahan Pokok di Mahulu

      Agustus 5, 2025

      Didik Agung Eko Wahono Soroti Peran Vital dalam Ketahanan Pangan di Kukar

      Juli 3, 2025

      Anggota DPRD Kaltim Sampaikan Harapan Kepada Bupati dan Wakil Bupati Kukar

      Juli 3, 2025

      DPRD Kubar Terima Laporan Warga, PT BISM Dituding Sebagai Penghambat Jaringan Listrik

      Februari 7, 2025

      Semangat Kartini Menguat di Parlemen, Sri Muryani Dorong Kebijakan Berpihak pada Perempuan

      Mei 1, 2026

      Diskusi Kartini, DPRD dan Mahasiswa Kukar Tekankan Perempuan sebagai Pilar Ekonomi

      Mei 1, 2026

      DPRD Kukar Dorong Perhutanan Sosial Jadi Solusi Polemik Penertiban Warung Panjang Tahura Bukit Soeharto

      April 27, 2026

      DPRD Kukar Pangkas Anggaran hingga 50 Persen, Prioritaskan Stabilitas Keuangan Daerah

      April 24, 2026

      DKP Kukar Gencar Sosialisasikan Program Gemar Makan Ikan

      Desember 7, 2024

      Semangat Kartini Menguat di Parlemen, Sri Muryani Dorong Kebijakan Berpihak pada Perempuan

      Mei 1, 2026

      Diskusi Kartini, DPRD dan Mahasiswa Kukar Tekankan Perempuan sebagai Pilar Ekonomi

      Mei 1, 2026

      DPRD Kukar Dorong Perhutanan Sosial Jadi Solusi Polemik Penertiban Warung Panjang Tahura Bukit Soeharto

      April 27, 2026

      DPRD Kukar Pangkas Anggaran hingga 50 Persen, Prioritaskan Stabilitas Keuangan Daerah

      April 24, 2026
    • Antologi
    • Sastra
    • HuRis
    • Jejak Warisan
    • Petuah Lama
    Suarastra
    Home » Kedang Ipil Tersekap di Tanah Sendiri, Rumah Leluhur yang Kian Terjepit
    Nasional

    Kedang Ipil Tersekap di Tanah Sendiri, Rumah Leluhur yang Kian Terjepit

    RedaksiBy RedaksiDesember 10, 2025Tidak ada komentar5 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
    Suasana Desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link Email

    Suarastra.com – Gemericik aliran air di Kandua Raya Desa Kedang Ipil mengalir seperti ingatan lama yang enggan goyah. Rumah-rumah kayu menghadap ke hamparan ladang yang pernah menjadi nadi kehidupan, tempat padi pulut tumbuh, tempat perempuan menumbuk beham sebagai tanda syukur, dan tempat laki-laki menunggu bunyi hutan yang memberikan arah. Namun hari ini, desa tua itu seperti dikelilingi garis tak kasatmata yang terus merapat, menyempit, dan menahan napasnya.

    Dari kejauhan, batas-batas itu tampak seperti garis patah di peta, hak guna usaha perkebunan sswit, izin lokasi hutan tanaman industri, hingga tambang yang menembus masuk ke wilayah adat. Kedang Ipil dikepung bukan oleh musuh, tetapi oleh administrasi, oleh angka-angka hektar, oleh dokumen yang datang dari jauh. Dan warga menyebutnya dengan satu kalimat pendek yang getir.

    Desa Kedang Ipil

    “Kami tersekap di tanah kami sendiri.”

    Hairudin, salah satu perwakilan Masyarakat Adat Kutai Lawas Sumping Layang, mengingat masa ketika sungai masih menjadi denyut bersih kehidupan.

    “Dulu airnya jernih, sekarang sungai kecil itu bisa kering, karena adanya konsesi-konsesi perusahaan, itu berdampak pada aliran sungai,” ujarnya dengan nada lirih.

    Begitupula tanah yang pernah menjadi ladang yang subur, yang kini telah berpindah haluan.

    Namun pukulan terbesar bukan hanya pada tanah, tetapi pada ingatan. Ada waktu ketika kuburan tua tempat para tetuha beristirahat dilaporkan telah dibongkar tanpa izin. Pohon buah warisan leluhur ditebang pada siang hari yang sepi.

    “Kuburan-kuburan nenek moyang itu dibongkar tanpa sepengetahuan. Terus pohon-pohon buah nenek moyang kami itu ditebang,” tuturnya.

    Di desa yang seluruh hidupnya bertumpu pada ritus dan musim, setiap pohon punya nama, setiap batu punya cerita. Ketika satu di antaranya hilang, seperti ada halaman sejarah yang tercabut.

    Masyarakat adat Kedang Ipil berteriak bukan tanpa harapan. Justru sebaliknya, mereka berjalan sembari membawa peta budaya yang paling lengkap di Kabupaten Kutai Kartanegara. SK Masyarakat Hukum Adat (MHA) telah mereka terima pada 2025, sebuah pengakuan yang secara hukum menegaskan siapa mereka, dari mana mereka bermula, dan apa yang mereka jaga. Namun pengakuan itu belum menyediakan rumah bagi jiwa budaya mereka yakni Hutan Adat.

    “Yang kami harapkan adalah penetapan SK tanah adat. Itu cikal bakal kami bertahan hidup, memelihara tradisi dan kebudayaan,” kata Hairudin.

    Memelihara, dalam bahasa mereka, bukan perkara memegang teguh tradisi, tetapi juga memegang teguh ruang bagi tradisi untuk bisa bernafas.

    Karena seluruh ritual Kutai Lawas, dari Nutuk Beham hingga Belian Namang, menggantung pada ketersediaan bahan alam yang hanya tumbuh di hutan primer. Jika hutan hilang, maka hilang pula damar, akar-akaran, dan kayu sakral yang menjadi jantung upacara.

    “Kalau hutan itu digantikan sawit atau HTI, maka tempat kami mencari bahan, tempat apotek kami itu hilang,” katanya.

    Dalam satu kalimat itu, tergambar seluruh kecemasan Kedang Ipil, bahwa hilangnya hutan adalah hilangnya bahasa, hilangnya doa, hilangnya cara mereka memahami sakit dan sembuh, hidup dan mati.

    Dialog Budaya Masyarakat Hukum Adar Kutai Adat Lawas Sumping Layang, pada Minggu (7/12/2025), di Desa Kedang Ipil

    Di sisi lain, negara sebenarnya sedang bergerak. Di tingkat pusat, Kementerian Kebudayaan tengah merapikan kerangka hukum bagi masyarakat adat. Di balik meja rapat dan dokumen harmonisasi, ada perhatian yang mulai condong pada suara-suara dari desa seperti Kedang Ipil.

    “Ini salah satu prioritas kami,” ujar Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI.

    “Kami mendukung berbagai upaya advokasi terhadap hak-hak masyarakat adat melalui pengakuan dan penghormatan,” lanjutnya.

    Ia menjelaskan panjang, menyebut harmonisasi raperpres tentang hak berkebudayaan masyarakat adat, proses legislasi RUU Masyarakat Hukum Adat, dan pentingnya sinergi lintas kementerian.

    “Berbagai upaya pembangunan harus menjadikan kebudayaan sebagai landasan, itu sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan,” lanjutnya.

    Namun di lapangan, waktu berjalan lebih cepat daripada aturan. Di Kedang Ipil, izin-izin perusahaan sudah lebih dulu datang daripada perlindungan hukum ruang adat. Itu sebabnya, suara masyarakat terasa lebih mendesak dibandingkan biasanya.

    Di Desa Kedang Ipil, banyak tempat-tempat yang tak lagi bisa mereka masuki. Dusun-dusun tua yang kini berada dalam wilayah konsesi. Mereka bercerita tentang anak-anak yang mungkin tak akan bisa lagi melihat bagaimana behuma dilakukan, padahal setiap butir padi pulut menentukan kelangsungan Nutuk Beham, ritual syukur panen yang telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda.

    Begitu pula dengan Belian Namang, tarian sakral yang bukan sekadar gerakan, melainkan perjalanan spiritual. Tanpa hutan adat, ritual itu tinggal nama, sebab “rumah ibadah” dan “rumah sakit” tradisional mereka ikut hilang. Kedang Ipil hidup dari hubungan antara manusia dan hutan, maka ketika satu terluka, lainnya pun terhenti.

    Hairudin pernah menyebut sebuah kalimat yang pelan, tetapi menggema.

    “Kalau bahan ritual tidak ada, bagaimana kami bisa melakukan ritual secara spontan?” tanyanya lirih.

    Di balik pertanyaan itu, tersimpan kenyataan yang pahit, hilangnya hutan berarti hilangnya cara mereka menjadi manusia Kutai Lawas.

    Kementerian Kebudayaan melihat kegelisahan itu.

    “Kami menaruh perhatian khusus,” kata Masyitoh.

    Ia menegaskan bahwa perlindungan wilayah adat tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja, perlu sinergi antara kebudayaan, kehutanan, hingga kemendagri, terutama dalam pendataan dan penetapan administrasi adat.

    “Kami berharap masukan dari daerah juga bisa memperkaya produk hukum yang sedang disusun, agar nantinya menjadi rujukan daerah dalam menerbitkan aturan,” tandasnya.


    Tetapi di desa, suara masyarakat lebih sederhana, dan lebih langsung. Mereka ingin hutan adat ditetapkan dahulu, sebelum pembabatan terus menekan. Mereka ingin melihat kembali sungai yang mengalir bersih. Mereka ingin anak-anak mereka tetap mengenal bahasa Kutai Lawas, tetap tahu bagaimana cara memanggil roh leluhur dengan penuh hormat.

    Dan mereka ingin memastikan tanah itu tidak ditulisi ulang oleh kepentingan yang tak pernah mereka undang.

    Sebelum menutup pembicaraan, Hairudin menyampaikan harapan paling jernih yang bisa diucapkan oleh seseorang yang merasa tanahnya perlahan menghilang.

    “Harapan kedepannya… konsesi perusahaan yang sedang berjalan ini supaya bisa diberhentikan. Supaya ada titik temu kita untuk penetapan hutan adat dulu,” harapnya.

    Ia mengembuskan napas panjang, lalu melanjutkan, seolah berbicara kepada generasi yang belum lahir.

    “Harapan untuk generasi yang akan datang, pertama harus mencintai budaya. Mencintai alam semesta, maka ritual itu akan tetap terjamin,” tegasnya.

    Kedang Ipil mungkin dikepung oleh izin dan peta konsesi. Namun selama warganya masih bertahan memanggil nama leluhur, selama ritual masih dicari, selama hutan masih diperjuangkan, desa itu belum selesai. Mereka mungkin tersekap, tetapi tidak pernah menyerah. Jika alam terjaga, budaya pun akan tetap hidup.

    (Mii)

    Kutai Adat Lawas Sumping Layang Masyarakat Desa Kedang Ipil
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
    Previous ArticleMembuka Payung di dalam Rumah
    Next Article BPBD Kukar Imbau Seluruh Kecamatan Waspada Banjir dan Longsor
    Redaksi

    Related Posts

    Ketika Jawaban yang Sama Dinilai Berbeda: Protes Siswi SMAN 1 Pontianak Menggema di LCC MPR

    Mei 12, 2026

    Sean Strickland Tumbangkan Khamzat Chimaev, Rebut Sabuk Kelas Menengah UFC Lewat Duel Sengit

    Mei 12, 2026

    Ancaman Nyata Sampah Plastik: Mencemari Lingkungan, Mengancam Kesehatan hingga Masa Depan Generasi

    Mei 12, 2026

    YUTFest 2026 Hidupkan Denyut Teater Urban di Jogja

    Mei 7, 2026

    Adhi Bhakti Senapati untuk Kapolri Listyo Sigit, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Siber

    Mei 6, 2026

    Prabowo Tegaskan Marsinah Pahlawan Buruh, Siapkan Peresmian Museum di Nganjuk

    Mei 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Jangan Lewatkan

    Ketika Jawaban yang Sama Dinilai Berbeda: Protes Siswi SMAN 1 Pontianak Menggema di LCC MPR

    Mei 12, 2026

    DAD Kaltim Soroti Penggunaan Topi Adat Dayak Kenyah oleh Dua Menteri di Balikpapan

    Mei 12, 2026

    Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa dan Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

    Mei 12, 2026

    Sean Strickland Tumbangkan Khamzat Chimaev, Rebut Sabuk Kelas Menengah UFC Lewat Duel Sengit

    Mei 12, 2026

    Ancaman Nyata Sampah Plastik: Mencemari Lingkungan, Mengancam Kesehatan hingga Masa Depan Generasi

    Mei 12, 2026

    Kirab Mahkota Binokasih 2026, Saat Jejak Pakuan Pajajaran Kembali Hidup di Kota Bogor

    Mei 9, 2026
    Daerah

    DAD Kaltim Soroti Penggunaan Topi Adat Dayak Kenyah oleh Dua Menteri di Balikpapan

    Mei 12, 2026

    Nobar “Pesta Babi” di Unikarta, Mahasiswa dan Jurnalis Suarakan Isu Ekologi

    Mei 12, 2026

    Seekor Pesut Mahakam Ditemukan Mati di Perairan Kota Bangun, Tim Konservasi Lakukan Pemeriksaan

    Mei 7, 2026

    Driver Ojol di Tenggarong Keluhkan Potongan Aplikator dan Biaya Operasional yang Kian Meningkat

    Mei 7, 2026

    PWI Kukar Terima Kunjungan Mahasiswa Pascasarjana UMKT, Dorong Literasi Hukum

    Mei 6, 2026
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suarastra.com lahir dari pemikiran mendalam para pemuda-pemudi yang peduli terhadap isu kedaerahan dan kebudayaan. Setiap tulisan yang dihasilkan merupakan cerita dari hati, menyuarakan makna dalam setiap kata.

    Kami berfokus pada pemberitaan kedaerahan dan seputar kebudayaan khususnya regional Kalimantan Timur. Menggali lebih dalam untuk menyampaikan fakta-fakta menarik pada lingkungan masyarakat hingga kisah-kisah tentang budaya lokal, yang bertujuan menjaga warisan dalam harmoni keabadian.

    Sebagai media siber yang konsisten berkarya, kami hadir di ruang digital untuk menyediakan informasi yang menarik, penuh rasa, serta menjembatani jiwa dengan cerita lokal yang sarat makna.

    Media Suarastra.com ini di bawah naungan PT Taqi Ambara Jaya badan hukum dengan SK Pengesahan Nomor AHU-0091669.AH.01.01. Yang dibuat sejak tahun 2024.

    NPWP : 22.491.427.5-728.000

    Perusahaan ini beralamatkan di JL. Betutu, RT.43, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

    Email : taqiambarajaya@gmail.com
    Telephone 085822309035 (Admin Suarastra)

    Instagram YouTube WhatsApp
    Facebook Instagram YouTube
    • Home
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan
    • Kontak
    • Sitemap
    Copyright © PT. Taqi Ambara Jaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.