Suarastra.com – Di tengah geliat zaman yang kian berdenyut dalam arus digital, sebuah penghormatan hadir sebagai penanda: dedikasi tak pernah sunyi, dan kerja sunyi itu kini mendapat cahaya. Listyo Sigit Prabowo, pemimpin Korps Bhayangkara, menerima tanda kehormatan Adhi Bhakti Senapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebuah apresiasi atas kiprahnya dalam merajut kekuatan keamanan dan pertahanan, terutama di medan yang tak kasatmata ruang siber.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol. Ia menjelma menjadi pengingat akan tanggung jawab yang kian besar, sekaligus pemantik semangat untuk mempererat simpul-simpul kolaborasi lintas lembaga. Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Listyo Sigit menegaskan bahwa momen ini menjadi dorongan baru untuk memperkuat sinergi antara Polri dan berbagai pihak, termasuk BSSN.
Ia merujuk pada arahan Prabowo Subianto, yang menyerukan persatuan dalam menghadapi ragam tantangan zaman. Sebuah pesan yang terasa relevan di tengah lanskap ancaman digital yang kian kompleks dan tak mengenal batas geografis.
Bagi Kapolri, ruang siber bukan lagi sekadar ruang alternatif ia telah menjadi garis depan baru dalam menjaga kedaulatan. Ancaman yang hadir di dalamnya, kata dia, merupakan salah satu tantangan terbesar ke depan. Karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya membangun fondasi yang kokoh, meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan sistem keamanan yang tangguh. Tak kalah penting, penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber harus ditegakkan dengan tegas, agar ruang digital tetap menjadi ruang yang aman dan produktif.
“Kita harus bersama-sama menjaga ruang siber, mulai dari literasi, penguatan SDM, pembangunan sistem keamanan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber,” ujarnya, menegaskan bahwa kerja ini tak bisa dilakukan sendiri.
Lebih jauh, ia menggarisbawahi arti penting sinergi. Kolaborasi antara Polri, BSSN, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan negara, baik dari sisi keamanan siber maupun pertahanan secara luas. Dalam dunia yang semakin terhubung, kekuatan bukan lagi hanya soal persenjataan, melainkan juga tentang keterhubungan dan kepercayaan.
“Kolaborasi dan sinergisitas menjadi kunci sukses untuk menjaga kedaulatan di bidang keamanan,” tuturnya.
Di balik penghargaan itu, tersimpan pesan yang lebih dalam, bahwa menjaga negeri hari ini bukan hanya tentang batas darat dan laut, tetapi juga tentang menjaga ruang tak kasatmata tempat data, informasi, dan masa depan bangsa saling bersinggungan.
(Caa)

