Suarastra.com – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Kesiapan penyelenggaraan tersebut telah mencapai 80 persen.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda Kukar, Dafip Haryanto mengatakan, pemantapan dilakukan melalui peninjauan ulang jadwal kegiatan, pembagian tugas kepanitiaan, serta kesiapan arena yang akan digunakan selama pelaksanaan MTQ.
“Secara umum mungkin kalau bisa dikatakan 80 persen lah. Suksesnya sudah kita, insya Allah sudah siap, tinggal mungkin beberapa penyesuaian dengan panitia provinsi, LPTQ provinsi, terhadap kegiatan yang akan kita lakukan,” ujarnya, di Gedung B Ruang Rapat Sekda Kukar Asisten III, pada Kamis (08/10/26).
Menurut Dafip, beberapa agenda mengalami perubahan setelah rencana yang disusun panitia daerah diselaraskan dengan hasil koordinasi bersama LPTQ provinsi. Penyesuaian tersebut di antaranya menyangkut pelaksanaan pawai taaruf dan lokasi pelantikan Dewan Hakim.
“Ada beberapa perubahan, contohnya pawai taaruf dan tempat pelaksanaan pelantikan Dewan Hakim,” katanya.
Tak hanya itu, dirinya juga menambahkan, saat ini penyesuaian jadwal dan lokasi sedang disesuaikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk Dewan Hakim dan seluruh kafilah dari kabupaten/kota di Kaltim.
Lanjutnya, dari sisi lokasi, panitia telah menetapkan 12 arena untuk pelaksanaan MTQ. Namun, hasil identifikasi kembali menunjukkan masih ada lokasi yang perlu difinalisasi karena berkaitan dengan pekerjaan rehabilitasi Gedung Serbaguna.
“Ada satu titik yang perlu kita finalkan karena berkaitan dengan pelaksanaan rehabilitasi, khususnya di Gedung Serbaguna,” jelas Dafip.
“Untuk Gedung Serbaguna, opsinya tadi mungkin di pendopo. Nanti akan kita coba koordinasikan lagi dengan pihak terkait untuk memastikan lokasi pelaksanaan kegiatan,” timpalnya.
Lebih lanjut, Dafip bilang, selain pemantapan jadwal dan arena, pihak panitia juga telah menyiapkan maskot MTQ. Namun, penetapan maskot secara resmi masih perlu dikoordinasikan dengan LPTQ Provinsi Kaltim.
“Maskotnya sudah ada. Secara internal di tingkat tuan rumah sudah kita siapkan, tetapi untuk penetapannya nanti juga harus dikoordinasikan dengan LPTQ provinsi. Rencananya, kita akan melakukan ekspos pada 4 November,” jelasnya.
Terkait akomodasi, dirinya mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan daftar hotel atau homestay dan katering yang nantinya boleh di pilih oleh pihak kafilah sesuai kebutuhan masing-masing.
“Untuk akomodasi di hotel, sudah disiapkan hotel-hotel. Prosesnya, masing-masing kafilah yang memilih. Termasuk penyedia konsumsi, nanti mereka sendiri yang memilih. Kita menyiapkan daftar penyedia katering,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Kukar, Fairuz Khalil, menyebutkan akomodasi kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan MTQ ke-46 tingkat Provinsi Kaltim diperkirakan mencapai Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.
“Estimasi kebutuhan anggaran kita sekitar Rp7 sampai Rp8 miliar. Saat ini proposal untuk penggalangan dukungan juga sedang disiapkan,” ungkapnya.
Ia menerangkan, pembiayaan penyelenggaraan tersebut dibagi antara pemerintah provinsi dan Kabupaten Kukar sebagai tuan rumah. Pemerintah provinsi bertanggung jawab atas biaya akomodasi dan honor Dewan Hakim, serta hadiah bagi para juara pertama, kedua, dan ketiga.
“Untuk kebutuhan Dewan Hakim dan hadiah juara satu sampai tiga menjadi tanggungan Provinsi. Sementara kebutuhan lainnya sebagai tuan rumah menjadi tanggung jawab kabupaten,” jelasnya.
Fairuz juga menambahkan, keterlibatan pihak ketiga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan, sehingga persiapan dan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di Kukar dapat berjalan lancar.
“Karena kebutuhan penyelenggaraannya cukup besar, kami berharap ada dukungan dari perusahaan maupun pihak lain yang ingin berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ ini,” pungkas Fairuz.
(Hen/Mii)

