Suarastra.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/08/26) pukul 04:58 WIB. Gempa yang berpusat di laut itu berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah NTT, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan gempa yang sebesar itu, maka hasil pemodelan BMKG menunjukkan potensi tsunami dengan status Siaga di wilayah Manggarai Utara, Ngada Utara, Ende, Flores Timur, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan.
Perkiraan waktu tiba gelombang tsunami masing-masing pukul 05:02 WIB di Manggarai Utara dan Ngada Utara, pukul 05:05 WIB di Ende, pukul 05:15 WIB di Flores Timur, serta pukul 05:13 WIB di Jeneponto.
Sementara itu, status Waspada dengan potensi gelombang di bawah 0,5 meter diberlakukan untuk Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo. BMKG memperkirakan gelombang tiba di Bima pada pukul 05:12 WIB, Dompu pukul 05:19 WIB, dan Wajo pukul 06:01 WIB.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengatakan pihaknya terus memantau aktivitas gempa susulan dan perubahan tinggi muka laut melalui jaringan pemantauan yang tersedia.
“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” terang Direktur Wijayanto dalam keterangan resmi di laman bmkg.go.id
Masyarakat diminta tidak berada di bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta menghindari penyebaran informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah berstatus Siaga, BMKG meminta agar segera melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman. Sementara masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai hingga ada pemberitahuan resmi berikutnya.
BMKG menegaskan akan terus memperbarui informasi mengenai aktivitas gempa susulan maupun perkembangan potensi tsunami berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut.
(Oby/Mii)

