Suarastra.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti kembali amblasnya Jalan Yos Sudarso di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. Organisasi tersebut mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan ruas jalan yang sebelumnya telah diperbaiki, namun kembali mengalami kerusakan.
Sekretaris Umum PC PMII Kukar, Akhmad Fikri Zakaria, menilai persoalan tersebut tidak cukup dipandang sebagai kerusakan infrastruktur biasa. Menurutnya, jalan yang kembali amblas setelah sempat mendapatkan penanganan perlu dievaluasi secara komprehensif, mulai dari aspek perencanaan hingga pengawasan pekerjaan.
“Kalau jalan yang sebelumnya sudah mendapatkan penanganan kemudian kembali mengalami kerusakan, maka yang harus dievaluasi bukan hanya jalan yang amblas hari ini. Kita harus melihat bagaimana perencanaannya, kajian teknisnya, metode pekerjaannya, kualitas konstruksinya, sampai pengawasannya,” ujar Fikri dalam keterangan tertulis.
PMII Kukar juga mencermati adanya retakan pada badan jalan yang disebut telah muncul beberapa hari sebelum ruas tersebut kembali amblas. Kondisi itu dinilai seharusnya menjadi peringatan dini bagi pemerintah untuk segera melakukan pemeriksaan dan langkah mitigasi.
“Kalau tanda-tanda kerusakan sudah terlihat beberapa hari sebelumnya, itu seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah. Jangan menunggu jalan benar-benar amblas baru kemudian bertindak,” katanya.
Menurut Fikri, pola penanganan yang hanya memperbaiki kerusakan tanpa menyelesaikan akar persoalan berpotensi membuat kejadian serupa terus berulang.
“Jangan sampai pola penanganannya hanya rusak, diperbaiki, kemudian rusak lagi dan diperbaiki lagi. Kalau terus seperti itu, berarti akar persoalannya belum diselesaikan. Dan jangan lupa, setiap pekerjaan menggunakan uang rakyat,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikapnya, PC PMII Kukar mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kaltim segera melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan pekerjaan, meliputi perencanaan, kajian kondisi tanah, metode konstruksi, kualitas material, pelaksanaan, pengawasan, hingga pemeliharaan pascaperbaikan.
Selain itu, organisasi tersebut juga meminta Pemprov Kaltim segera menangani lokasi jalan yang amblas dengan solusi permanen, bukan sekadar perbaikan sementara atau tambal sulam.
Lebih lanjut, PMII Kukar juga turut mendorong Gubernur Kaltim mengawal langsung proses evaluasi serta meminta keterbukaan informasi mengenai pekerjaan sebelumnya, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penggunaan anggaran.
Tak hanya itu, mereka juga mendesak Kapolda Kaltim melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam proses pekerjaan konstruksi.
Meski demikian, PMII Kukar menegaskan pihaknya tidak serta-merta menyimpulkan telah terjadi pelanggaran hukum.
“Kami tidak ingin persoalan ini berhenti pada jalan diperbaiki kembali. Kami ingin tahu mengapa jalan tersebut kembali amblas. Kalau memang ada persoalan dalam pekerjaan sebelumnya, harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban,” ujar Fikri.
PC PMII Kukar menyatakan akan terus mengawal penanganan Jalan Yos Sudarso agar menghasilkan evaluasi yang transparan dan solusi yang benar-benar menyelesaikan akar persoalan, sekaligus menjamin keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan.
(*/Oby/Mii)

