Suarastra.com – Suasana kompetisi terasa di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), pada Kamis (25/06/26). Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kutai Kartanegara saling adu pengetahuan tentang sejarah dan budaya daerah dalam ajang Cerdikia Lembuswana Competition 2026.
Kegiatan yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Studi Akademik Mahasiswa (PSAM) Unikarta itu menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke-42 Unikarta. Mengusung tema “Mengenal Sejarah, Melestarikan Budaya, Membangun Generasi Kukar Berkarakter dan Berdaya Saing”, kompetisi tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal.
Ketua Panitia, Nur Asifa, mengatakan kegiatan tersebut dihadirkan sebagai ruang belajar yang memadukan unsur edukasi dan kompetisi bagi pelajar.
“Cerdikia Lembuswana Competition 2026 hadir sebagai ruang belajar yang kompetitif dan edukatif. Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berlomba, tetapi juga semakin memahami sejarah daerah dan pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya daerah menjadi hal penting di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi para pelajar.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan sekaligus Ketua Umum UKM PSAM Unikarta, Renanda Kusuma Wardana, menyebut kompetisi tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Ia menilai momentum Dies Natalis Unikarta ke-42 menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran sejarah dan budaya di kalangan pelajar.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kemajuan daerah harus dibangun di atas fondasi sejarah yang kuat, penghormatan terhadap budaya, serta semangat untuk terus berprestasi dan berdaya saing,” katanya.
Kompetisi tersebut menguji kemampuan peserta dalam berbagai materi, mulai dari sejarah Kutai Kartanegara, tokoh-tokoh daerah, adat istiadat, warisan budaya, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di masyarakat.
Sepanjang perlombaan berlangsung, para peserta terlihat antusias menjawab berbagai pertanyaan yang disiapkan panitia. Kemampuan peserta dalam memahami sejarah dan budaya daerah menjadi penilaian utama dalam kompetisi tersebut.
Setelah melalui beberapa tahapan perlombaan, dewan juri menetapkan SMA Negeri 1 Tenggarong sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih SMK Negeri 1 Tenggarong, sedangkan juara ketiga diraih MAN 2 Kutai Kartanegara.
Hasil tersebut menunjukkan tingginya minat pelajar dalam mempelajari sejarah dan budaya daerah yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kutai Kartanegara.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, mulai dari DPRD Kutai Kartanegara, Nirakusa Corporation, sejumlah BUMD, hingga sektor swasta lainnya.
Melalui kegiatan ini, Unikarta berharap Cerdikia Lembuswana Competition dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya melahirkan pelajar berprestasi, tetapi juga generasi yang memahami sejarah, mencintai budaya, dan memiliki karakter kuat untuk membangun Kutai Kartanegara di masa depan.
(Oby/Mii)

