Suarastra.com – Di sela riuh langkah yang bersilang di Pasar Tangga Arung Square, perubahan perlahan disulam bukan pada hiruknya, melainkan pada cara orang-orang menunaikan kewajiban kecil bernama parkir.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai mengarahkan pergeseran, dari lembaran uang yang berpindah tangan menuju sentuhan ringan pada mesin pembaca sebuah langkah menuju sistem non-tunai.
Pembenahan ini tak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari upaya merapikan wajah Pasar Tangga Arung Square secara menyeluruh, termasuk sektor parkir yang selama ini berjalan dalam pola lama dan dinilai belum sepenuhnya tertata.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyebut bahwa sistem parkir yang ada saat ini masih bertumpu pada regulasi yang berbeda-beda, sehingga memerlukan peninjauan ulang oleh Badan Pendapatan Daerah.
“Untuk sementara, pengelolaan parkir yang sebelumnya dikelola pihak tertentu telah dihentikan dan kini kembali menggunakan sistem manual,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Namun, sistem manual itu hanya persinggahan. Di baliknya, arah kebijakan mulai ditautkan pada teknologi menghadirkan metode pembayaran berbasis uang elektronik sebagai jawaban jangka panjang.
Pemerintah pun tak berjalan sendiri. Belajar dari jejak daerah lain menjadi bagian dari langkah ini, sembari membuka ruang kerja sama dengan perbankan agar sistem yang dibangun tak sekadar baru, tetapi juga teruji.
“Kami akan konsultasi ke beberapa daerah dan juga membuka kerja sama dengan perbankan. Di Berau sudah menerapkan e-money bekerja sama dengan BNI, dan itu menjadi salah satu referensi,” tambahnya.
Kelak, di pintu masuk dan keluar parkir, masyarakat cukup menempelkan kartu Mandiri e-Money, BCA Flazz, BNI TapCash, hingga BRIZZI pada mesin pembaca. Bahkan kartu lain seperti Mega Cash dan Blink BTN dapat turut digunakan, menyesuaikan dengan sistem yang terjalin.
Gerakan kecil itu “tap sekejap” menjadi tanda perubahan besar. Pengguna hanya perlu memastikan saldo tersedia, agar perjalanan singkat itu tetap mengalir tanpa hambatan.
Tak berhenti di kartu, kemungkinan lain juga mulai dirajut. Dompet digital berbasis QRIS membuka peluang, menghadirkan bayangan penggunaan aplikasi seperti GoPay, OVO, hingga Dana sebagai bagian dari ekosistem parkir masa depan.
Lebih dari sekadar kemudahan, transformasi ini diharapkan menjadi jalan bagi transparansi mengurangi celah kebocoran, sekaligus meneguhkan tata kelola yang lebih bersih.
“Ke depan, sistem parkir akan diarahkan menggunakan metode non-tunai (cashless) berbasis e-money,” tutup Rendi.
(Oby/Mii)

