Suarastra.com – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar). Salah satunya melalui Pelatihan Penguatan Numerasi dengan pendekatan “Matematika Gembira” bagi guru PAUD dan Sekolah Dasar (SD) yang resmi dibuka pada Kamis malam (21/05/26) di Hotel Sidodadi, Kelurahan Simpang, Kecamatan Barong Tongkok.
Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar itu diikuti sebanyak 60 peserta, terdiri dari guru dan kepala sekolah TK/PAUD Negeri serta guru kelas awal SD Negeri.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan numerasi sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar, Yuli Permata Mora, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai penguatan numerasi menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berpikir kritis dan adaptif menghadapi perkembangan zaman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya pelatihan ini. Ini adalah langkah nyata kita bersama dalam menyiapkan generasi emas Kutai Barat yang cerdas, bernalar kritis, dan berdaya saing,” ujarnya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kubar.
Menurutnya, numerasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan berhitung, tetapi juga keterampilan memahami dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan Matematika Gembira, pemerintah daerah berharap proses belajar di ruang kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Harapan kita, kelas-kelas di Kutai Barat dipenuhi tawa, semangat belajar, dan rasa ingin tahu anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kubar, Nancy Paskadalius, menegaskan bahwa penguatan numerasi merupakan bagian dari program prioritas nasional di sektor pendidikan. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dan para tenaga pendidik.
“Kebijakan nasional tidak akan berdampak tanpa adanya komitmen lokal untuk bergerak bersama,” ujarnya.
Nancy juga menyoroti, pentingnya sinergi antara guru PAUD dan guru kelas awal SD dalam mendukung proses transisi pendidikan anak agar berjalan lebih baik.
“Garda terdepan yang mengimplementasikan program ini secara nyata adalah kita semua di tingkat daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kabupaten Kubar, Ny. Maria Christina Mozes Edwin, turut memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan. Ia berharap metode Matematika Gembira mampu mengubah anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan.
“Bagaimana kita mengemas pembelajaran ini menjadi menyenangkan sehingga guru matematika menjadi guru idola dan favorit bagi anak-anak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, metode Matematika Gembira terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari menggali pemahaman siswa, eksplorasi, memuat konten pembelajaran, membuat aktivitas interaktif, mengikuti cara berpikir anak, hingga memberikan apresiasi terhadap proses belajar mereka.
Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan membangun rasa percaya diri anak dalam memahami matematika.
(Fac/Mii)


