Suarastra.com – Pemerintah mulai mengetatkan belanja negara di tengah tekanan global. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan efisiensi anggaran, termasuk pembatasan perjalanan dinas pejabat.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas gejolak geopolitik dunia dan lonjakan harga minyak yang berdampak pada kondisi ekonomi global.
Menurut Purbaya, Presiden memberikan instruksi tegas agar perjalanan dinas, khususnya ke luar negeri, dikurangi secara signifikan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, perjalanan tersebut dapat ditiadakan.
“Rapat-rapat lagi dikurangi, mungkin kalau perintah presiden perjalanan luar negeri dikurangi. Petunjuk yang lebih lanjut adalah perjalanan luar negeri untuk pejabat-pejabat dihilangkan, kecuali kepepet banget,” ujar Purbaya belum lama ini.
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan pengecualian untuk agenda yang dinilai strategis dan mendesak. Purbaya sendiri memastikan akan menghadiri pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank dalam waktu dekat setelah mengantongi izin.
“Saya mau ke IMF-World Bank Meeting saya pikir penting, saya berangkat deh. Saya sudah minta izin,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menyampaikan kebijakan serupa. Pemerintah memutuskan memangkas perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen dan luar negeri hingga 70 persen.
“Kemudian efisiensi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50% dan luar negeri hingga 70%,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan anggaran negara lebih fokus pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
(*/Oby/Mii)

