Suarastra.com – Di tengah upaya pemulihan pasca gagal panen akibat banjir, sejumlah petani di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait sarana dan prasarana pertanian.
Kepala Desa (Kades) Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, mengakui masih adanya sejumlah kebutuhan petani yang belum sepenuhnya terealisasi, meskipun beberapa program telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
“Memang di Rapak Lambur ini banyak keluhan masyarakat yang belum terealisasi. Masalah alsintan, irigasi, jalan usaha tani, tapi alhamdulillah sejak 2023 sudah banyak kegiatan yang masuk,” ujar Yusuf, pada Rabu (08/04/26).
Ia menjelaskan, beberapa program yang telah direalisasikan di antaranya normalisasi irigasi, pembangunan jalan usaha tani melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), serta normalisasi Sungai Mangkurawang oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Meski demikian, masih ada sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak, terutama terkait alat dan mesin pertanian (alsintan). Menurutnya, luas wilayah pertanian di Rapak Lambur mencapai sekitar 800 hektare, dengan sekitar 500 hektare di antaranya merupakan lahan produktif sawah.
“Kalau dari segi alsintan memang belum mencukupi. Karena saat digunakan di satu lahan, lahan lainnya harus menunggu. Ini yang menjadi kendala,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh keluhan petani selama ini telah ditampung dan disampaikan kepada Dinas Pertanian sebagai bahan tindak lanjut. Selain alsintan, kebutuhan lain yang juga menjadi perhatian adalah irigasi, pupuk, dan benih padi.
“Keluhan petani sudah kami laporkan. Yang utama memang irigasi, alsintan, kemudian pupuk dan benih padi,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

