Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat membantu petani di Desa Rapak Lambur yang mengalami gagal panen akibat banjir. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyalurkan bantuan beras sebanyak 9.756 kilogram atau setara 1.084 karung, pada Rabu (08/04/26).
Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung BPU Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Bantuan ini diberikan sebagai respons atas dampak banjir yang menyebabkan kerugian besar bagi petani setempat.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Tim Terpadu, dari total lahan sawah yang ditanami seluas sekitar 342,25 hektare, sebanyak 148 hektare mengalami gagal panen (puso) dan rusak berat. Bencana ini berdampak pada 153 kepala keluarga atau 542 jiwa, yang tersebar di RT 01, 04, 06, 07, 08, dan 09.
“Saya bersama OPD Kabupaten Kukar atas nama pemerintah daerah menyerahkan bantuan untuk bencana gagal panen yang disebabkan banjir di Desa Rapak Lambur,” ujar Aulia saat di hadapan masyarakat petani di Desa Rapak Lambur.
Ia menyebut, bantuan beras tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjadi penopang sementara sebelum kembali melakukan tanam.
“Kita berikan bantuan berupa beras sebanyak 9.756 kilogram atau setara dengan 1.084 karung. Harapan kita, bantuan ini bisa membantu masyarakat menyambung kehidupan dan melakukan recovery untuk penanaman siklus berikutnya,” jelasnya.
Selain bantuan pangan, Pemkab Kukar juga telah menyalurkan benih padi sebanyak 1.250 kilogram untuk mendukung proses tanam berikutnya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Dirinya juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus mencari solusi agar para petani dapat segera bangkit dari kondisi ini. Berbagai kebutuhan penunjang pertanian akan diupayakan untuk segera dipenuhi.
“Kita akan segera carikan jalan keluarnya. Mana yang bisa cepat kita eksekusi, akan segera kita lakukan agar petani bisa kembali menanam hingga panen,” tegas Aulia.
Meski demikian, ia mengakui bantuan yang diberikan belum sebanding dengan kerugian yang dialami petani. Namun setidaknya, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban dan memastikan kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi.
“Memang bantuan ini tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

