Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menekan angka pengangguran melalui penguatan data dan program pelatihan kerja berbasis kompetensi. Hingga akhir 2025, jumlah pencari kerja di Kukar tercatat cukup signifikan.
Kepala Bidang (Kabid) Kesempatan dan Penempatan Kerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distrnasnaker) Kukar, Darma Gumawang, menyebutkan pihaknya telah melakukan pembaruan data tenaga kerja dari berbagai sumber.
“Data kami himpun dari 20 kecamatan, kemudian dari Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah, serta dari Mal Pelayanan Publik,” ujar Darma, pada Sabtu (04/04/26).
Dari hasil pendataan tersebut, jumlah pencari kerja yang tercatat melalui Kartu Kuning atau AK1 mencapai sekitar 11 ribu orang per 31 Desember 2025.
“Artinya, jumlah pencari kerja terbuka di Kutai Kartanegara berada di angka tersebut,” jelasnya.
Untuk menekan angka tersebut, Distransnaker Kukar menerapkan dua pendekatan utama, salah satunya melalui pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Salah satu program unggulan adalah pelatihan welder di Batam. Pada angkatan ketiga, sebanyak 13 peserta telah menyelesaikan pelatihan selama 3,5 bulan dan siap memasuki dunia kerja.
“Dari tiga angkatan yang sudah berjalan, alhamdulillah seluruh peserta telah terserap di dunia kerja,” ungkap Darma.
Selain pelatihan industri, pemerintah juga menyasar sektor usaha mandiri sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi menjadi salah satu faktor utama tingginya angka pencari kerja.
“Orang yang miskin sulit mendapatkan pekerjaan, dan karena tidak bekerja, mereka tetap berada dalam kondisi tersebut,” katanya.
Untuk itu, berbagai pelatihan keterampilan diberikan kepada masyarakat, mulai dari tata boga, barbershop, hingga barista, yang dinilai memiliki peluang usaha cukup besar. Dan, ke depannya seluruh peserta pelatihan akan didorong untuk memiliki sertifikasi resmi melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami sudah memiliki data by name by address, sehingga memudahkan untuk tindak lanjut sertifikasi kompetensi,” ujarnya.
Saat ini, Darma bilang, terdapat sekitar sembilan program kegiatan pembekalan dan perluasan tenaga kerja yang dijalankan Disnakertrans Kukar. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran.
“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar program ini terus berjalan dan membantu mengurangi angka pencari kerja di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

