Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, menyiapkan penyaluran bantuan bagi korban kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Tenggarong.
Selain mendata korban untuk pengajuan santunan kematian ke Kementerian Sosial (Kemensos), Dinsos Kukar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kekeringan akibat ancaman El Nino.
Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti, mengatakan bantuan akan diserahkan melalui lurah dan ketua RT setempat. Sementara itu, data korban yang dibutuhkan untuk pengajuan santunan kematian akan segera disampaikan kepada Kemensos.
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Hari ini kami akan menyerahkan bantuan kepada Pak Lurah dan Pak RT. Untuk santunan kematian, segera kami sampaikan ke Kementerian Sosial karena Kemensos memiliki program santunan kematian. Jadi, data-data itu sangat kami perlukan,” ujarnya saat berada di lokasi pascakebakaran, Rabu (14/10/26).
Selain penyaluran bantuan, Dinsos Kukar telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengetahui kebutuhan warga, termasuk kemungkinan pembukaan dapur umum. Namun, berdasarkan koordinasi sementara, kebutuhan tersebut belum mendesak.
“Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait kebutuhan dapur umum. Untuk sementara, katanya belum perlu. Apa pun yang dibutuhkan, kami siap membantu,” jelas Rinda.
Dia juga mengajak, masyarakat mengaktifkan kembali ronda malam sebagai salah satu upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Menurutnya, pengawasan lingkungan pada malam hari dapat membantu warga lebih cepat mengetahui apabila terjadi kondisi yang berisiko.
“Mungkin sekarang kita galakkan lagi ronda malam, paling tidak karena biasanya kejadian kebakaran berlangsung pada malam hari. Kita bisa lebih waspada terhadap bahaya kebakaran,” katanya.
Terakhir, Rinda mengimbau, masyarakat agar saling menjaga di tengah ancaman El Nino dan kondisi kekeringan ekstrem. Kewaspadaan bersama dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan semakin kering.
“Sekarang El Nino berkepanjangan sampai 2027, tingkat kekeringan kita juga ekstrem. Kami berharap kita saling menjaga satu warga juga selalu waspada,” pungkasnya.
(Hen/Mii)

